Wawali Resmikan Cafe Pawong Kampoeng dan Ajak Tingkatkan Eksistensi

Dering24

Dering24

ADVERTORIALKOTA BENGKULU

Wawali Resmikan Cafe Pawong Kampoeng dan Ajak Tingkatkan Eksistensi

Wawali Resmikan Cafe Pawong Kampoeng dan Ajak Tingkatkan Eksistensi 1

DERING24.COM KOTA BENGKULU – Disela kesibukan kerja dan padatnya jadwal agenda yang harus dijalani. Sabtu (12/9/2020) malam, Wakil Walikota Dedy Wahyudi beserta istri menyempatkan hadir diacara grand opening cafe Pawong Kampoeng dan Coffe Corner milik salah satu warganya yang berada di Jalan Raya Adam Malik, Kelurahan Cempaka Permai, Kecamatan Gading Cempaka.

Pada sambutannya, Dedy mengaku bangga kepada para pemuda yang berkembang untuk memajukan Kota Bengkulu untuk menjadi pelaku usaha.

Wawali Resmikan Cafe Pawong Kampoeng dan Ajak Tingkatkan Eksistensi 2

“Saya senang para pemuda terus berkembang, salah satunya dengan membuka usaha cafe seperti ini. Ini dapat dijadikan sebuah contoh bahwa Kota Bengkulu tak kalah dengan Kota lainnya dengan memiliki tempat wisata kuliner yang kekinian,” ujar Dedy saat memotong pita secara simbolis saat meresmikan cafe Pawong Kampoeng dan Coffe Corner.

Dedy berpesan, Cafe Pawong Kampoeng dan Coffe Corner harus terus dijaga eksistensinya agar tidak kalah saing dengan cafe lainnya.

Wawali Resmikan Cafe Pawong Kampoeng dan Ajak Tingkatkan Eksistensi 3

“Saya berharap cafe ini terus berkembang dengan mengutamakan kualitas dan kuantitas dari cafe ini sendiri. Dengan suasana yang nyaman seperti ini Insya Allah cafe ini terus berkembang nantinya dan menjadi pilihan para pemuda – pemudi untuk tempat berkumpul,” tutur Dedy.

Sementara itu, pemilik cafe Pawong Kampoeng dan Coffe Corner yakni Briptu Ari Prakoso mengatakan bahwa cafenya menggunakan konsep modern dicampur dengan konsep tradisional.

Wawali Resmikan Cafe Pawong Kampoeng dan Ajak Tingkatkan Eksistensi 4

“Ya, dengan konsep modern dan tradisional. Saya menginginkan cafe ini terus menunjukan eksistensinya dengan berbagai inovasi dari mulai tempat yang modern, nyaman dan makanan yang tradisional,” pungkasnya.

(ADV)

Comment here