Warga Keluhkan Anggaran BLT DD Di Desa Sukamaju Tebang Pilih

Dering24

Dering24

DAERAHMuko-Muko

Warga Keluhkan Anggaran BLT DD Di Desa Sukamaju Tebang Pilih

Warga Keluhkan Anggaran BLT DD Di Desa Sukamaju Tebang Pilih 1

DERING24.COM MUKOMUKO – Telah kita ketahui bersama bahwa pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran untuk masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Namun di Pemdes Sukamaju, Kecamtan Penarik, Kabupaten Mukomko ini terindikasi adanya tebang pilih terhadap bantuan yang diberikan kepada warganya.

Untuk dikethui, selain masyarakat yang terdampak, masyarakat yang miskin dan belum pernah mndapatkan bantuan apapun dari pemerintah juga harus terdata dan mendapatkan bantuan BLT DD tersebut.

Masyarakat yang mengetahui akan adanya bantuan dari pemerintah menjelang lebaran ini, dan di saat ekonomi juga tidak menentu karena adanya Wabah virus Corona. Maka bantuan tersebut sangat dinantikan oleh sebagian masyarakat yang memang belum pernah merasakan dapat bantuan.

Akan tetapi penantian hanya tinggal mimpi, karna masih banyak warga yang seharusnya dapat, tapi tetap tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Hasil pantauan tim media ini, telah berhasil mengorek keterangan dari beberapa warga setempat (nama tdk mau di sebutkan), Ia menyebutkan bahwa rata-rata warga disini kecewa dengan bantuan yang tidak merata, “Betul Mas, kami sehari-hari jualan jajanan di sekolah, karna sekolah di liburkan, maka saya kehilangan mata pencaharian. Begitu juga menantu saya jualan di sekolah tapi lagi-lagi kami hanya bisa pasrah dan kecewa pada pemdes setempat,”katanya Sabtu (30/05/2020).

Di tempat terpisah, tim media juga berhasil meminta keterangan kepada warga (nama gk mau di cantumkan) beliau janda dan tidak punya ladang.

”Kami kecewa banget dengan pemerintah desa pak, mereka padahal sudah paham kalo saya seorang janda yang gak punya apa-apa. Saya berharap pemdes setempat bisa berlaku adil terhdap kami,”harapnya.

“Saya kecewa karna saya tidak terdata, kemana kami harus mengadu mas, setahu saya bantuan tersebut di turunkan pemerintah pusat ya untuk rakyat yang benar-benar membutuhkan,”ungkapnya.

Itulah realita dan polemik yang terjadi di desa sampai saat ini.

Dan menurut sumber yag bisa di percaya pak Badu (nama di samarkan) mengatakan, “Sepengetahuan kami, data awal berjumplah 58. Tapi ada data yang ganda, kabarnya hingga menjadi 38, dan itu masih berkurang lagi hingga finalnya 34 kk. Padahal telah kita ketahui secara umum, tapi masih bnyak warga yang terdmpak pandemi dan warga yang layak mendapatkan BLT DD dan belum masuk di data kok malah tidak di data, saya juga heran dengan pemdes sukamaju,”ujarnya.

[Tmr]

Comment here