HUKUM KRIMINALPROVINSI BENGKULU

Ungkap Mafia Tanah, Polda Bengkulu Koordinasi Dengan BPN

Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

DERING24.COM BENGKULU – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional Kota Bengkulu untuk mengungkap praktek mafia tanah. Bahkan BPN juga telah meminta satu kasus agar diangkat menjadi laporan pra-operasi mafia tanah.

“Penyelidikan terkait mafia tanah terus bergulir, karena pada kasus tersebut sudah banyak pihak yang dirugikan. Kita akan terus lakukan penyelidikan ini mungkin nanti ada lagi kasus lain. Terkait koordinasi dengan BPN, mereka meminta satu kasus untuk dijadikan praoperasi mafia tanah,” ujar Dir Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

Seperti diketahui, laporan kasus penyerobotan tanah cukup banyak yang diterima oleh Polda Bengkulu. Atas kasus tersebut pengembangan dilakukan apakah empat orang yang sudah ditetapkan tersangka terkait dengan laporan yang masuk tersebut.

“Ya tidak menutup kemungkinan pada kasus penyerobotan tanah tersebut antara kelompok satu dengan yang lain saling berkaitan. Modus mereka adalah membuat sertifikat palsu kemudian mengaku-ngaku memiliki lahan yang akan diserobot,”tambahnya.

Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif juga menambhakan, bahkan mereka terlebih dulu meratakan lahan tersebut menggunakan buldozer tanpa sepengetahuan pemilik sah. Setelah itu lahan dikapling dan dijual dengan harga bervariasi.

“Dari penjualan kapling tanah tersebut, para pelaku mendapatkan keuntungan. Seperti yang dialami Inas Belly, lahan miliknya ditanami 120 batang kelapa sawit, digusur oleh pelaku menggunakan alat berat. Setelah itu mereka memagari lahan tersebut, mematangkan lahan dan membuat 42 kapling untuk kemudian dijual,”ujarnya

Akibat aksi pelaku, korban mengalami kerugian lebih kurang Rp 300 juta. (Humas Polda)

Comment here