DAERAHMuko-Muko

Terkait Statemen, PT. KSM Minta Maaf

WhatsApp Image 2021-09-29 at 09.24.31

DERING24.COM MUKOMUKO – Asisten Kepala (Askep) PT. Karya Sawitindo Mas (KSM) Mukomuko, Ardian Joko mencabut statementnya yang ia sampaikan kepada wartawan pada Kamis, 23 September 2021 lalu. Ia juga meminta maaf atas kelalaiannya telah keliru menyampaikan pernyataan kepada wartawan.

“Hal tersebut di sampaikan oleh Joko pada Kamis (23/9/21) lalu terucap, bahwa urusan pengelolaan limbah di pabrik CPO PT. KSM yang beralamat di Desa Tanjung Alai, Kecamatan Lubuk Pinang ini, telah “bekerjasama” dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat. Selain itu, Joko menyampaikan, Kadis dan pegawai Dinas LH “sering” datang ke pabrik milik PT. KSM ujarnya.

Ia melontarkan statemen itu ketika diwawancarai sejumlah wartawan usai ada aksi demo dari warga Kecamatan XIV Koto yang merupakan desa penyangga pabrik PT. KSM.

Rupanya, pihak Dinas LH Mukomuko tidak terima dengan statemen sang Askep PT. KSM ini. Sebab, kata “kerjasama” dan “sering” yang dilontarkan Joko itu mengandung ambiguitas atau bermakna ganda.

“Benar saya sempat mengatakan kami bekerjasama dan pihak LH sering ke PT. kSM. Saya mohon maaf, barang kali itu salah. Maklum suasana waktu itu habis demo. Maksud saya itu, dinas LH ke sini (pabrik PT.KSM) menjalankan tupoksinya. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kami mengenai pengolahan limbah,” ujar Joko, Selasa (28/9/21) di Kantor PT. KSM langsung dihadapan Kadis LH Mukomuko, M. Rizon, S.Hut., M.Si.

Sementara M Rizon selaku Kadis LH membenarkan, pihaknya keberatan dengan ucapan Askep tersebut. Menurutnya, kata “kerjasama” dapat menimbulkan pertanyaan publik dan dapat berkonotasi negatif.

Kemudian, lanjut Rizon “kata “sering” apalagi ini menyebut nama saya. Kalau saya sering gimana, aktif bekerja sebagai Kadis LH saya baru hitungan Minggu. Saya baru sekali ke PT. KSM ini dalam rangka menjalankan tugas kedinasan. Seringnya di mana?,” kata Rizon.

“Tapi sudah, saya dan pegawai LH memaafkan kejadian ini. Jadikan ini pelajaran bersama,” tambahnya.

“Rizon menegaskan, kedatangan petugas Dinas LH ke pabrik-pabrik CPO itu dalam rangka menjalankan tugas sesuai wewenang. Yakni melakukan pembinaan dan pengawasan. Waktunya, lanjut Rizon setidaknya 3 bulan sekali atau ada laporan dari masyarakat.

“Jadi itu. Maka kata “kerjasama” itu kurang tepat. Kami menjalankan tugas. Yang kami lakukan itu wewenang yang menjadi tupoksi. Dikehendaki maupun tidak diinginkan oleh pihak perusahaan, kami tetap akan melakukan pembinaan dan pengawasan,” pungkasnya. (Mjtr)

Comment here