DAERAHMuko-Muko

Terkait Jenazah Digotong Sepeda Motor, Ini Kata Direktur RSUD Mukomuko dr.Syafriadi

RSUD MUKOMUKO

DERING24.COM MUKOMUKO – Menggapi salah satu jenazah pasien di RSUD Mukomuko, warga Desa Dusun Baru Pelokan Kecamatan XIV Koto yang terpaksa digotong pihak keluarga menggunakan sepeda motor. Direktur RSUD Mukomuko dr Syafriadi mengaku sudah mengetahui kejadian tersebut. Namun ia membantah pihaknya menolak mengantarkan jenazah korban.

“Setiap pasien yang masuk ke sini (RSUD) selalu dilakukan screening dua tahap, swab antigen, dan PCR. Jadi kalau ada dugaan pasien yang tidak Covid tapi di Covid-kan, itu tidak benar,” ucap Syafriadi.

Ia juga menjelaskan bahwa rumah sakit memiliki ambulans yang siap mengantarkan jenazah setiap pasien, terutama pasien Covid-19. Namun perlakuan tersebut harus dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

“Mungkin itu miskomunikasi saja. Salah satu pihak, mungkin keluarganya pengen cepat. Satu lagi, kitakan petugasnya (pemulasaran) nggak standby di rumah sakit. Jika ada kasus, kita panggil, baru mereka datang. Jadi kondisi jam 02.00 malam itukan kondisinya orang sedang tidur lelap. Jadi untuk ngumpulkan petugas perlu waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Pjs Kades Dusun Baru Pelokan Basri mengaku telah menerima informasi dari warganya tersebut.

“Kejadian itu memang benar. Ada video dengan pihak keluarganya itu,” ujar Basri saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.

Namun pihaknya mengaku belum menerima laporan dari RSUD maupun Satgas Covid-19 Mukomuko terkait laporan kasus suspect meninggal dunia yang menimpa warganya itu.

“Dari pihak desa kami sudah menghubungi Direktur RSUD terkait status korban, namun tidak ada jawaban. Sementara dari Satgas Covid juga belum. Coba konfirmasi ke puskesmas, siapa tahu sudah menerima laporan,” tukas Basri.

Sumber : Garuda Daily

Comment here

placeholder="Your Comment">