Bengkulu TengahDAERAHHUKUM KRIMINAL

Tak Terima Disetubuhi Pacar, ABG Karang Tinggi Lapor Polisi

335208_04241020012020_PhotoPictureResizer_200120_162348864-650x320

DERING24.COM, Bengkulu – Dunia pendidikan di sekolah, memang waktunya Anak Baru Gede (ABG), yang seharusnya memanfaatkan waktu utnuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya, Lain halnya yang dilakukan warga Kecamatan Taba Penanjung (Benteng) berinisial RS (16) diusianya malah berbuat tidak karuan membuat kehancuran dirinya sendiri dengan melakukan tindakan tak senonoh terhadap pacarnya.

Korban  yang tak terima dilecehkan oleh pacarnya, akhirnya korban melapokan kejadian tersebut kepada keluarganya serta kapolres setempat, Korban berinisial AD (15) salah satu warga Kecamatan Karang Tinggi (benteng).

Kejadian dugaan pencabulan tersebut terjadi tahun 2019 tahun lalu tepatnya, Sabtu (28/12) sekitar pukul 3.00 Wib di kediaman pelaku.

Mendengar laporan korban, Kapolres Benteng, AKBP Andjas Adipermana melalui Kasat Reskrim, Iptu Rahmat saat prees realease, di Mapolres Benteng, Senin (20/1/2020) menjelaskan, bahwa kejadian berawal Sabtu, (28/12) sekira pukul 20.30 wib saat korban sedang berjalan di depan salah satu gang didekat kediaman korban. Kemudian tersangka lewat menggunakan motor vega R dan menghampiri korban, lalu diajak pergi ke pesta di dusun durian demang. Namun ternyata tersangka bukan mengajak korban ke pesta, tapi mengajak korban ke rumah tersangka. Sesampai di rumah tersangka korban diajak ke kamar tersangka untuk melakukan hubungan badan. Karena korban takut akan dianiaya oleh tersangka akhirnya korban pasrah dan terjadilah hubungan badan tersebut.

“Keterangan dari korban, setelah dibujuk oleh tersangka keesokannya pulang, kemudian karena merasa kesakitan melapor ke orang tuanya. Kemudian di celana dalam korban juga ada bercak darah,” bebernya. dikutip laman Rmolbengkulu.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah kita amankan untuk proses selanjutnya,” jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku saat ini diamankan di Mapolres Benteng dan disangkakan pasal 82 (1) Jo Pasal 76 D UU RI No. 17 / 2016 ttg Perubahan kedua atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

(Jp)

Comment here