Senator Riri: RUU Ciptaker Hanya Buat Indonesia Sebagai Surga Bagi  TKA

Dering24

Dering24

EDUKASIEntertaintmentPOLITIK

Senator Riri: RUU Ciptaker Hanya Buat Indonesia Sebagai Surga Bagi  TKA

Senator Riri: RUU Ciptaker Hanya Buat Indonesia Sebagai Surga Bagi  TKA 1

DERING24.COM BENGKULU – Dihilangkannya kewenangan Menteri atau pejabat yang ditunjuk untuk memberikan izin bagi pemberi kerja yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) serta dipermudahnya TKA karena setiap perusahaan sponsor TKA hanya membutuhkan Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dalam RUU Cipta Kerja (Ciptaker) akan membuat Indonesia sebagai surga bagi TKA.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, sebelum RUU Cipta Kerja dilempar ke publik, kehadiran banyak TKA saat ini telah sedikit memancing kecemburuan tenaga kerja lokal.

“Di Bengkulu persoalan ini menjadi tanda tanya sebagian besar masyarakat mengingat kemampuan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja masih sangat terbatas. Menurut saya aturan ini perlu dikritisi. TKA bukan tak boleh, tapi pemanfaatan tenaga kerja lokal harus lebih diutamakan,” kata Riri Damayanti, Kamis (2/7/2020).

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini mengatakan, persoalan ini akan ia sampaikan kepada kementerian terkait agar merevisi aturan dalam RUU Ciptaker yang berpotensi mengurangi langkah-langkah Indonesia menjadi negara yang berdikari.

“Indonesia ini harusnya menjadi surga bagi mereka yang bekerja dalam usaha mikro, kecil dan menengah karena dari 63 juta unit UMKM di Indonesia mampu menyerap tenaga kerja hampir 99 persen. Kualitas pekerja lokal perlu dimajukan dan asing boleh masuk untuk mentransfer ilmunya, tapi yang kerja tetap bangsa kita,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menambahkan, upaya menahan laju TKA harus dilakukan mengingat banyak industri lokal yang memberhentikan pekerjanya sejak krisis keuangan 2008 sampai era pandemi Covid-19.

“Saya akan minta semua aturan yang merugikan pekerja dan merusak lingkungan dihapus dalam RUU Ciptaker. Tapi kalau aturan itu akan memberikan peluang untuk UMKM maju, saya setuju,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia masih terus menuntaskan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja.

Berbagai pihak menolak RUU Ciptaker lantaran kelompok buruh ramai-ramai berdemonstrasi secara tegas menolak RUU tersebut.

Sementara mayoritas DPD juga menolak RUU tersebut lantaran dinilai banyak menggerus kewenangan daerah dalam pengelolaan ekonomi nasional.

Di DPR sendiri, dari sembilan fraksi, Demokrat menjadi satu-satunya fraksi yang hengkang dari keanggotaan di Panitia Kerja RUU Cipta Kerja.

[Ads]

Comment here