EDUKASIPemerintah

Senator Riri Imbau Pemerintah Daerah Prioritaskan Anggaran Vaksinasi Virus Corona

Riri Damayanti John Latief

DERING24.COM BENGKULU – Wabah covid-19 di Provinsi Bengkulu masih mengundang kecemasan banyak orang. Penularan virus belum bisa dikendalikan. Di Kota Bengkulu, baru-baru ini Wakil Walikota Dedy Wahyudi mengumumkan penambahan kasus positif 156 orang dalam sehari.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, seperti oasis di tengah krisis akibat pandemi covid-19, kedatangan paket vaksin Sinovac, menyusul beragam jenis vaksin, memberikan harapan akan berakhirnya pandemi corona.

“Mengenai vaksin saya tidak ingin ikut berpolemik. Yang jelas kedatangan vaksin bukan berarti pandemi covid-19 berakhir karena sejauh ini masih dalam proses telaah. Belum disebar ke masyarakat. Tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Riri Damayanti mengenai vaksin covid-19, Kamis (17/12/2020).

Sembari menanti, Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini mengimbau kepada stakeholder terkait di Bengkulu dapat menyiapkan proses penyimpanan dan pendistribusian vaksin ke berbagai daerah yang membutuhkan.

“Keamanan vaksin harus benar-benar terjaga hingga sampai ke tengah-tengah masyarakat. Bagaimana bisa sampai ke daerah-daerah terpencil yang jaraknya berkilo-kilo melewati jalan tanah, bagaimana anggarannya dan kasus-kasus seperti ini. Jangan sampai yang disuntikkan ke masyarakat nanti sesuatu yang sudah rusak atau tidak lagi aman,” pinta Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu berharap ketersediaan vaksin dapat terus berlangsung hingga waktu-waktu mendatang hingga pandemi berakhir.

“Dan untuk pendistribusian saya kira tidak harus mengandalkan pemerintah saja. Yang ingin membeli secara mandiri, misal perusahaan untuk karyawannya, selama keamanan vaksinnya sudah teruji, sah-sah saja, walaupun saya cenderung lebih setuju kalau semua warga negara tanpa terkecuali ditanggung negara,” ungkap Riri Damayanti.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini menekankan, sejatinya covid-19 telah menyadarkan umat manusia agar berhenti melampaui batas dalam mengekploitasi alam agar tidak merusak lingkungan dan mendorong munculnya virus-virus baru.

“Pandemi covid-19 menyadarkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat yang sebenarnya dalam Islam hal ini sudah diminta agar menjadi kebiasaan sehari-hari seperti wudhu, mencuci tangan di air mengalir sebelum menyentuh makanan dan lain-lain,” demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa vaksin virus corona akan diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Presiden sendiri telah menginstruksikan kepada jajarannya di semua kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk memprioritaskan anggaran 2021 untuk program vaksinasi virus corona.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan merilis enam kelompok masyarakat yang menjadi sasaran prioritas vaksinasi Covid-19. Dalam vaksinasi, setiap orang akan menjalani dua kali dengan jeda waktu 14 hari. [Ads]

Berikut enam kelompok masyarakat sasaran prioritas vaksinasi Covid-19:

  1. 3.497.737 orang kelompok garda terdepan: Petugas medis, paramedis contact tracing, TNI/Polri, dan aparat hukum.
  2. 5.624.106 orang tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW), dan sebagian pelaku ekonomi.
  3. 4.361.197 orang guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.
  4. 2.305.689 orang aparatur pemerintahan.
  5. 86.622.867 orang peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
  6. 57.548.500 orang masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya.

Comment here