Senator Riri Imbau Instansi Terkait Serius Tangani Narkoba di Tengah Wabah Corona

Dering24

Dering24

EDUKASIPROVINSI BENGKULU

Senator Riri Imbau Instansi Terkait Serius Tangani Narkoba di Tengah Wabah Corona

DERING24.COM BENGKULU  –  Dewan Perwakilan Dearah (DPD) RI bekerjasama  dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu  menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema”Tangkal Godaan Narkoba di Tengah Pendemi” bertempat di Taman Wisata Mangrove Badrika, Jl. Jenggalu Kota Bengkulu.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief membuka secara resmi kegiatan ini, pada momen ini juga mengajak para masa mahasiswa untuk selalu mengingat  jasa para pahlawan dahulu yang mempertahankan kemerdekaan yang sekarang dinikmati semua orang.

“Kegiatan sosialisasi ini bentujuan untuk mengenang jasa para pahlawan terdahulu, Namun sekarang momennya berbeda, pahlawan di masa kini adalah pahlawan yang berjuang melawan pandemi covid-19,”ujarnya.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, bahwa di masa pandemi ini rentan menjadikan dampak negatif bagi dunia pendidikan.

“Ini yang menjadikan khawatiran kita di dunia pendidikan, karena pelajar, mahasiswa/i sekarangkan balajar Online/Daring, mungkin ada kejenuhan, bosan, ada juga pengaruh lingkungan dan sebagainya, karena mereka tidak biasa. Dampaknya apa?, keluar malam, penyalahgunaan narkoba dan lain-lain. Inilah yang menjadi PR kita bersama untuk mensosialisasikan kegiatan ini, supaya generasi kita kedepan bebas dari narkoba,”ungkapnya.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini secara khusus mengajak Pemerintah untuk bersinergi memperketat  jam belajar bagi mahasiswa/i jika masa pandemi ini masih berlanjut.

“Ya kita sangat mengahrapkan pemerintah membuat upaya jangka panjang, supaya generasi muda di dunia pendidikan bejalan dengan baik, dan generasi muda yang hadir dalam sosialisasi ini, harap sebarkan informasi yang diperoleh kepada generasi penerus bangsa, sehingga bisa terhindar dari bahaya narkoba nantinya,” imbuh Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu.

Sementara Kepala BNNP Bengkulu Brigjend Pol Toga Habinsaran Panjaitan menyampaikan kegelisahan dimasa menjabatnya selama kurang lebih 6 bulan menjadi kepala BNNP Bengkulu ini, bahwa kasus Penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Bengkulu pada tahun 2019 mencapai 19.698 / 1.30% orang terpapar narkoba.

Kepala BNNP Bengkulu Brigjend Pol Toga Habinsaran Panjaitan
Kepala BNNP Bengkulu Brigjend Pol Toga Habinsaran Panjaitan

 “Ini sudah berbahaya, saya berharap semua instansi terkait di tingkat daerah agar bersama-sama bahu membahu dan lebih serius lagi menangani permasalahan narkoba ini,”terangnya.

Menurutnya jika tidak bersama-sama menangani ini, bisa jadi korban dari penyalahgunaan narkoba di Bengkulu sendiri akan terus bertambah. Mengingat ini penyakit masyarakat, sehingga memang perlu upaya pencegahan.

“Saya lihat pemerintah ini cuek dengan masalah ini, coba saja bupati di seluruh provinsi Bengkulu turun kelapangan, jangan hanya duduk di Ace, lihat kondisi masyarakatnya, banyak sekali pelajar tingkat SMP, SMA termasuk ada orang tua yang mengunakan zat adiktif ini, dan untuk membrantas jangan hanya  korbannya, tetapi bandarnya juga,”tegasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan cukup banyaknya kasus sekaligus korban penyalahgunaan narkoba di wilayah Bengkulu ini, mau tidak mau perlu pencegahan. Apalagi meski di tengah pandemi ini, kasusnya tidak juga menurun. Oleh karena itu, lagi-lagi ditegaskannya, korban penyalahgunaan perlu dilakukan upaya rehabilitasi, tanpa perlu langkah penindakan.

(Ads)

Comment here