DAERAHMuko-Muko

Selenggarakan Komunitas Peduli Sungai, Kepala BWS Sumatra VII Minta KPS-SM Jadi Motor Penyelamat

WhatsApp Image 2021-10-29 at 14.20.28

DERING24.COM MUKOMUKO – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra VII menyelenggarakan kegiatan pembentukan Sanggar Sungai, pembinaan Komunitas Peduli Sungai dan Gerakan Cinta Operasi dan Pemeliharaan (Cinop) di Mukomuko.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, dimulai pada hari Rabu (27/10) bertempat di Aula salah satu hotel di Kota Mukomuko. Hari berikutnya, Kamis (28/10) dilaksanakan kegiatan penanaman di area muara sungai Manjunto dan di area bendungan Manjunto.

Adapun pesertanya yaitu Komunitas Peduli Sungai Selagan Manjunto (KPS-SM) dan P3A dan petugas OP di saluran irigasi bendungan Manjunto.

Pada saat pembukaan, dalam sambutannya Kepala BWS Sumatra VII, Mohammad Firman, ST., MT melalui Kasi Operasi dan Pemeliharaan SDA, Lanjar Budi Raharjo, SP., M.Si mengatakan, pihaknya berharap KPS-SM dapat menjadi motor gerakan penyelamatan air di Kabupaten Mukomuko.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh KPS-SM selama ini. Seperti melakukan penanaman pohon di sempadan muara sungai Selagan dan sungai Manjunto dalam tempo 3 tahun terakhir, aktif dalam kegiatan rescue (pertolongan) pada saat terjadi bencana, serta kegiatan lainnya.

Oleh sebab itulah, sambung Budi, agar sepak terjang KPS-SM yang sudah baik ini, bisa menjadi lebih baik, tersistematis, memiliki target, dan juga bisa mendapat dukungan dari pemerintah.

“Jadi salah satu kegiatan ini adalah memperkuat KPS-SM yang saat ini menjadi satu-satunya komunitas peduli sungai melalui kegiatan pembinaan. Kami begitu mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh kawan-kawan KPS-SM selama ini. Saat sekarang kita tingkatkan lagi,” sampainya.

Sebagai narasumber, BWS Sumatra VII langsung mendatangkan pihak dari Direktorat Bina OP Kementrian PUPR dan pengurus pusat Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamat Air (GN-KPA). Narasumber dari Kementrian PUPR ini memaparkan kebijakan-kebijakan mengenai program serta keterlibatan masyarakat dalam upaya penyelamatan air.

“Apa yang dipaparkan oleh para narasumber, khususnya dari Mat Peci, Bapak Usman ini jadikan rujukan KPS-SM untuk melakukan kegiatan kedepan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada di daerah kita. Mat Peci ini adalah salah satu KPS yang terbilang sukses mengurangi permasalahan sungai Ciliwung,” ujar Budi Raharjo.

Dengan telah dilaksanakannya pembinaan ini, ia berharap KPS-SM bisa menjadi motor gerakan penyelamatan sungai di Kabupaten Mukomuko. Dapat menjadi inspirasi sehingga muncul KPS-KPS lain di Mukomuko untuk bersama melakukan kegiatan penyelamatan sungai.

“Sekali lagi kami apresiasi apa yang sudah dilakukan oleh KPS-SM ini. Kedepan, sesuai arahan narasumber tadi, jangan pernah berhenti, kepeduliannya jangan pernah surut, dan kedepan diharapkan KPS-SM memiliki program kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Ada capaian target agar kegiatan yang dilakukan lebih fokus dan terarah,” pungkas Budi. (Mjtr)

Comment here