Riri Serap Aspirasi Lingkungan Hutan & PLTU Bengkulu

Dering24

Dering24

DAERAHPOLITIK

Riri Serap Aspirasi Lingkungan Hutan & PLTU Bengkulu

DERING24.COM > Bengkulu – Dalam reses Anggota Komite II DPD RIHj. Riri Damayanti John Latiefl, dengan bertemu lembaga Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Bengkuludan juga dihadiri penggiat lingkungan lainnya, seperti, Genesis dan Ulayat, menerima aspirasi soal hutan, lingkungan, sosial hingga dampak berdirinya PLTU Batu Bara 2×100 Megawatt Bengkulu, yang terletak di Teluk Sepang, Kota Bengkulu.

“Walhi memang target sasaran dalam menampung aspirasi terkait fokus kinerja kita (DPD,red) Komite II yang salah satu mitra kerjanya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), terkait pembahasan rencana Undang Undang Lingkungan Hidup. Berbagai aspirasi yang diterima, soal alih fungsi hutan, implementasi kehutanan social dan ada juga isu mengenai PLTU beserta dampak lingkungannya yang diduga ditimbulkan di pesisir pantaiBengkulu, akan kita sampaikan nantinya kepada Pemerintah,” ungkap Riri.

Riri menjelaskan, dari berbagai aspirasi yang disampaikan para penggiat lingkungan dan peduli kehutanan, serta biota laut di Bengkulu, memang sangat membutuhkan sekali referensi dan respon positif dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Apalagi di wilayah Bengkulu sendiri, diakuisudah sangat miris, karena kondisi hutan banyak yang gundul dan  lingkungan  diduga  tercemaroleh  tambang, termasuk juga dugaan keberadaan PLTU. Oleh karena itu, ditegaskan Senator perempuan muda Bengkulu ini, persoalan tersebut mau tidak mau, perlu disikapi secara serius oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah kedepannya.

Belum lagi pada tahun depan, Bengkulu akan menyongsong Wonderfull 2020, sehingga persoalan lingkungan harus segera diselesaikan.

“Jika persoalan lingkungan tidak cepat diselesaikan, apa yang mau Bengkulu tampilkan saat Wonderfull Bengkulu 2020,” kata Senator Riri, pada Senin, (16/12/2019).

Lebih jauh menyikapi PLTU Bengkulu, Senator Bengkulu mengaku sudah memantau dan mendengarkan informasi termasuk dari media massa, meski PLTU dalam tahap uji coba, tapi disisi lain ada temuan penyu, ikan dan biota laut lainnya yang mati, serta buih yang sampai ke perairan Pulau Tikus, harus direspon cepat dan ditindaknlanjuti. Mengingat jika ada dugaan sifat pembiaran, dikawatirkan akan meluas.

“Dampak lingkunganyang sudah ditimbulkan dari keberadaan PLTU, agar Pemerintah Daerah dan pihak PLTU sendiri ikut membantu meluruskannya. Jika memang merusak lingkungan, tolong dihentikan dan mungkin perlu perbaikan lagi dari adanya PLTUatau lain sebagainya,” tukas Riri.

Comment here