Riri: Pendidikan di Era Pandemi Perlu Terobosan Baru

Dering24

Dering24

EDUKASILIFESTYLEPROVINSI BENGKULU

Riri: Pendidikan di Era Pandemi Perlu Terobosan Baru

Riri damayanti

DERING24.COM BENGKULU – Pendidikan merupakan sektor paling penting bagi sebuah negara yang ingin menyiapkan pembangunan berkualitas di masa mendatang. Tanpa pendidikan yang bermutu, pembangunan sebuah negara akan mengalami stagnasi dan kesulitan besar untuk menghadapi tantangan zaman yang senantiasa bergerak maju.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief, kembali mengungkapkan keprihatinannya dalam melihat realitas pendidikan di masa pandemi saat ini. Kondisi memprihatinkan tersebut, kata dia, akan nampak lebih jelas di daerah-daerah pelosok yang mengalami kendala untuk mengikuti pembelajaran secara online.

“Mulai dari masalah desa yang nggak dapat jaringan internet, nggak punya dan nggak mampu beli HP Android atau laptop, listrik yang masih hidup mati, sampai yang gagap ikut belajar online. Ini sudah dua bulan berlangsung. Belum ada yang bisa memprediksikan sampai kapan,” kata Riri Damayanti John Latief dengan nada sumir, Jumat (5/6/2020).

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini meminta kepada lintas kementerian terkait, untuk segera memberikan solusi permasalahan tersebut. Menurutnya, persoalan akses internet, kebutuhan akan teknologi dan cara mengaksesnya tidak bisa dibebankan kepada Kementerian Pendidikan semata.

“Sudah banyak keluhan yang disampaikan para guru dan orang tua terkait pembelajaran jarak jauh yang berlaku sekarang. Apalagi kalau berlangsung sampai akhir tahun. Solusi atas masalah ini harus segera diambil,” tegas Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menilai, sebelum ada solusi lebih jauh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dapat memikirkan kembali cara-cara kreatif dan inovatif bagaimana sistem pembelajaran yang tepat bagi seluruh siswa di masa pandemi Covid-19.

“Kalau belajar online jelas cuma siswa di perkotaan yang fasilitasnya memadai, di pelosok-pelosok jelas bermasalah. Mudah-mudahan ke depan ada terobosan baru dimana proses pembelajaran tetap bisa berlangsung dengan aman dimana antara guru dan murid tetap bisa saling berinteraksi dengan penuh perhatian,” ujar Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini berharap pemerintah dapat terus memastikan proses belajar mengajar di tengah-tengah masyarakat tetap berlangsung, baik dengan cara pembelajaran jarak jauh, digitalisasi atau cara-cara lainnya.

“Apapun caranya, belajar mengajar jangan berhenti. Penyesuaian-penyesuaian memang butuh terus dilakukan. Saya optimis tenaga pendidik kita mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan baru yang terjadi sekarang. Intinya dalam situasi apapun, pendidikan tetap harus berjalan dengan baik,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, terhentinya aktifitas belajar mengajar dalam era pandemi Covid-19 bukan hanya terjadi di Indonesia. Jutaan sekolah dan universitas di seluruh dunia juga menghentikan sementara aktivitas pendidikannya.

Kebijakan pembelajaran jarak jauh telah nyata membuat kelimpungan banyak pihak. Akademisi yang belum mumpuni dalam menyambut peralihan teknis pembelajaran menggunakan media teknologi dan internet menjadi kendala serius yang belum terpecahkan di samping keterbatasan sarana dan prasarana, jaringan yang tidak memadai, serta biaya kuota yang sulit untuk dipenuhi. [Ads]

Comment here