Resmikan Monumen Pahlawan Nasional Fatmawati, Jokowi Minta Masyarakat Jaga Marwahnya

Dering24

Dering24

ADVERTORIALBengkulu MembangunEDUKASIPEMPROV

Resmikan Monumen Pahlawan Nasional Fatmawati, Jokowi Minta Masyarakat Jaga Marwahnya

DERING24.COM, Bengkulu  “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” demikian fatwa yang disampaikan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dalam pidatonya pada upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1966 lalu. Pidato ini merupakan pidato terakhir Bung Karno pada peringatan hari kemerdekaan.

Para ahli sejarahpun sepakat jika dibalik pidato ini terkandung semangat kenegarawanan yakni semangat untuk memperkokoh pondasi ideologis sebagai pijakan agar bangsa ini tak terombang-ambing dalam kegalauan identitas. Apalagi, saat pidato itu disampaikan bangsa ini baru berusia 25 tahun, terbilang masih belia.

Hari ini, Rabu (5/2/2020) tepat di jantung Kota Bengkulu, bangsa ini kembali merefleksikan nilai-nilai perjuangan bangsa. Sebuah upaya yang dilakukan negara untuk mengejawantahkan Jasmerah yang disebut Bung Karno itu.

Kehadiran negara untuk memastikan Jasmerah Bung Karno itu tidak hanya sebagai jargon belaka, dibuktikan dengan kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Kota Bengkulu untuk meresmikan Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Hj. Fatmawati Sukarno di Simpang Lima Ratu Samban.

Peresmian monumen bersejarah ini bertepatan pula dengan peringatan haul Fatmawati Soekarno, anak dari pasangan Hasan Dien yang merupakan tokoh Muhammadiyah dan Siti Chadijah ini lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 lalu.

Meskipun kehadiran Jokowi ini hanya sekitar 2 jam saja, tetapi kedatangan Jokowi ke Kota Bengkulu kali ini hanya khusus untuk menghadiri haul Fatmawati Soekarno dan meresmikan monumen saja, tak ada agenda lain. Kunjungan ini merupakan kunjungan ke-3 Presiden Jokowi ke Bumi Rafflesia.

Namun yang membuat kagum akan kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Bengkulu yaitu ucapanya yang rindu dengan bengkulu, Ia mengatakan yang sudah lama tak bersua ke bumi yang mungil ini,“Sudah lama saya tidak ke Bengkulu,’Kangen’.”Singkatnya.

Joko Widodo juga mengatakan, Monumen ini menjadi penanda bukti hormat kita atas perjuangan beliau Ibu Fatmawati. Mengingatkan kita semua anak-anak bangsa generasi penerus untuk meneladani sikap kenegarawanan Ibu Fatmawati.

“Sangat memotivasi bangkitnya sikap-sikap kepahlawanan, rela berkorban untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa, ini yang harus kita perjuangan bagi generasi menerus kita, ” paparnya.

Joko Widodo juga menitip kepada seluruh masyarakat Bengkulu, untuk menjaga dengan baik monumen ini.

“Marilah kita jaga dan merawat agar tidak rusak, merawat agar tidak lekang oleh waktu, sama seperti semangat Ibu Fatmawati yang tidak pernah luntur sampai kapan pun,” jelasnya.

(Ads)

Comment here