DAERAHHUKUM KRIMINALMuko-Muko

Polisi Ungkap Penggelapan Uang Buku Sekolah Hingga Miliyaran

Polisi Ungkap Penggelapkan Uang Buku Sekolah di Hingga Miliyaran

DERING24.COM  Mukomuko – Kamis (9/09/21),  Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi, S.Ik.,, M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Teguh Ari Aji, melalui KBO Sat Reskrim Polres Mukomuko IPDA Kurtani didampingi Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Mukomuko IPDA Firman Bagus,S.Tr.K mengungkap tindak pidana penggelapan uang buku sekolah miliyaran rupiah.

Tersangka Buto berhasil ditangkap setelah adanya laporan dari Wahyu Agung Sukoco (40) selaku Asisten Manager PT.Penerbit Erlangga. 

“Tersangka kami tangkap berdasarkan LP/ B/ 389 / VIII / 2021 / SPKT Polres Mukomuko, Tanggal 22 Agustus 2021.,”kata Ipda Kurtani.

Dijelaskan Ipda Kurtani, tersangka buto diduga menggelapkan uang buku yang telah disetorkan dari pihak sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Mukomuko, baik secara cash maupun transfer ke rekening pribadi milik tersangka.

“Uang ini untuk membeli buku yang di butuhkan oleh sekolah, uang disetorkan oleh pihak sekolah baik cash maupun transfer ke rekening tersangka, namun tidak disetorkan ke kantor cabang ataupun ke rekening perusahaan  PT.Penerbit Erlangga, jadi total kerugian sebanyak Rp. 1. 017.988.400,- .”jelas KBO Reskrim.

Dikatakan KBO Reskrim, penggelapan uang buku sekolah yang dilakukan oleh tersangka telah berlangsung sejak bulan juni 2021 hingga bulan agustus 2021, dan semua uang buku yang telah disetorkan oleh pihak sekolah tersebut dipergunakan untuk kepentingan peribadi tersangka.

”Uang tersebut dipakai tersangka untuk bayar pinjol (pinjaman online) serta untuk judi online, Jadi tersangka ini kurang lebih tiga bulan bermain judi  online dan menghabiskan uang kurang lebih 1M, 17 juta. Dalam sehari semalam, tersangka menghabiskan uang 5 sampai 10 juta,”ujarnya.

Ditambahkan oleh KBO Reskrim, selain menangkap tersangka, pihaknya juga berhasil menyita barang bukti berupa 3 buah buku rekening pelapor beserta print out, serta buku kuwitansi pembayaran dan bukti pembayaran transfer ke rekening pelaku dari pihak sekolah.

”Tersangka kami jerat dengan Pasal 374 KUHP Subsider Pasal 372 KUHP Dengan Ancaman Hukuman Maksimal 5 Tahun Penjara.” tutup Kurtani.

(Mjtr)

Comment here