Bengkulu UtaraDAERAHPOLITIK

Pinjaman Uang 600 Juta Oleh Oknum Pejabat Teras BU Kini Jadi Misteri

Wakil ketua 1 DPRD Bengkulu Utara,Juhaili,

DERING24.COM, Bengkulu Utara – Misteri dugaan peminjaman uang tunai senilai Rp 600 juta kepada PT.Fermada Tri Karya, kontraktor pelaksana proyek pembangunan bendungan Desa Sengkuang pada tahun anggaran 2017 lalu oleh oknum pejabat teras Bengkulu Utara kini mulai menjadi perbincangan hangat.

Wakil ketua 1 DPRD Bengkulu Utara, Juhaili mangatakan bahwa Informasi tersebut masih sepihak, dan masih perlu diklarifikasi terlebih dahulu.

“Informasi inikan masih sepihak, dari pihak kuasa hukum kontraktor saja. Kita belum boleh menjustis terlebih jauh sebelum informasi ini terklarifikasi dengan baik. Sebap menurut saya, jika konteksnya pinjam meminjam sesama teman itu hal biasa dan lumrah,”ujar Juhaili, saat ditemui diruang kerjanya  Selasa , (9/12/2019).

Juhaili  meminta pihak-pihak yang terkait dengan persoalan ini untuk segera mengklarifikasi hal tersebut ke publik.

“Kita mohon kepada pihak-pihak terkait supaya cepat mengklarifikasi letak duduk persoalan ini ke publik. Hingga tidak membuat gaduh dan tidak menimbulkan swak-wasangka publik. Ingat imagee Bengkulu Utara dipertaruhkan loh dalam persoalan ini. Jangan sampai gara-gara 600 juta yang belum jelas keabsahannya, Bengkulu Utara dituduh macam-macam,”tambah bendahara DPD Golkar Bengkulu Utara ini.

Terakhir, Juhaili berharap semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kita hormati proses hukum yang sedang berjalan, setelah incrach proses hukumnya baru kita secara kelembagaan akan mengambil langkah berdasarkan putusan tersebut. Pastinya sesuai tupoksi secara kelembagaan. Namun saya tetap berharap persoalan  ini bisa selsai dengan cepat.Sehingga imej Bengkulu Utara bisa dijernihkan kembali.Masalah urusan dugaan pinjaman 600 juta tersebut Kita serahkan saja pada  aparatur penegak hukum, karna keabsahan  informasi yang disampaikan oleh kuasa hukum PT.Fermada Tri Karya  tersebut dan saya yakin mereka pasti secara infensif memantau persoalan ini,”tutup Juhaili

Diketahui sebelum melaui siaran persnya, kuasa hukum PT.Fermada tri karya, Rubben Panggabean,SH.,MH, menyampaikan, bahwa kliennya kontraktor pelaksana proyek Bendungan Sengkuang,PT Fermada Tri Karya telah mendaftarkan gugatan perdata  terkait proyek pembangunan  Bendungan Sengkuang tahun anggaran 2017  di Pengadilan Negeri  Argamakmur, pada hari Rabu,27 November 2019  lalu. Dengan pemerintah Bengkulu Utara CQ dinas PUPR sebagai pihak tergugat. Dengan tuntutan  kerugian materil, Senilai Rp 2.4 miliar sudah termasuk pinjaman  uang tunai oknum pejabat teras Bengkulu Utara  senilai 600 juta  dan kerugian immateril yakni Rp 4 miliar.

(Iz)

Comment here