“Pilkada-Corona” Riri: Jangan Ada Pesta di Tengah Rakyat yang Menderita

Dering24

Dering24

POLITIKEntertaintment

“Pilkada-Corona” Riri: Jangan Ada Pesta di Tengah Rakyat yang Menderita

Senator Riri

DERING24.COM BENGKULU – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief kembali menyuarakan penolakannya atas ketetapan pemerintah yang memutuskan bakal melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.

“Jangan ada pesta di tengah rakyat tengah menderita. Pastikan pandemi yang tengah terjadi benar-benar telah berakhir. Ini setiap hari naik terus loh. Pemerintah belum memiliki data apapun untuk membuktikan bulan Desember Covid-19 ini tuntas. Triliunan anggaran untuk Pilkada lebih baik untuk mengatasi pandemi yang kasusnya saat ini terus meningkat,” kata Riri Damayanti, Kamis (4/6/2020).

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini menegaskan, melibatkan 105 juta rakyat Indonesia sebagai pemilih, terlalu banyak nyawa yang dipertaruhkan bila Pilkada serentak 2020 dipaksakan pada tanggal 9 Desember.

“Dalam kondisi tidak ada pandemi aja, korban jiwa dari putra-putri terbaik bangsa yang menjadi penyelenggaran pemilihan begitu banyak, apalagi di tengah pandemi. Coba pikirkan dengan logis,” ajak Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menambahkan, Pilkada serentak 9 Desember 2020 juga berpotensi dimanfaatkan oleh petahana yang saat ini mayoritas menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Sebelum diputus 9 Desember aja sudah banyak yang disemprit karena dugaan penyalahgunaan kekuasaan untuk tujuan popularitas pribadi. Artinya kalau tetap ngotot 9 Desember, demokrasi justru berpotensi tercederai dengan berbagai pelanggaran,” demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, lembaga kesehatan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), World Health Organization (WHO), telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global yang belum dapat diprediksi kapan pandemi tersebut akan berakhir.

Pilkada Serentak 2020 akan melibatkan 270 daerah dengan anggaran yang disepakati oleh KPU bersama 270 kepala daerah melalui naskah perjanjian hibah daerah sebesar Rp9.9 triliun.

Kemarin, Rabu (3/6/2020), dalam waktu kurang dari 24 jam, jumlah terinfeksi virus corona di dunia bertambah lebih dari 80 ribu kasus.

Sehingga total 6.468.863 kasus dari sebelumnya 6.388.234 kasus pada Selasa (2/6/2020) sore.

Dari jumlah total tersebut, 382.809 pasien meninggal dunia dan 3.079.025 dinyatakan sembuh.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus terkonfirmasi positif tersebut di dunia. Menyusul dibelakangnya Brasil dan Rusia.

[Ads]

Comment here