Pilkada 2020 Tepat Digelar Usai Pandemi Covid-19

Dering24

Dering24

HealthNASIONAL

Pilkada 2020 Tepat Digelar Usai Pandemi Covid-19

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Azis,

DERING24.COM Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Azis, mengatakan waktu yang tepat untuk menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 adalah setelah fase puncak pandemi Covid-19.

Menurut Viryan,  sangat berisiko menyelenggarakan hari pemilihan pilkada, jika belum melewati fase puncak pandemi karena kerentanan penularan akan semakin tinggi.

Sementara hal terpenting saat ini adalah soal keselamatan jiwa.

Tetapi kalau kita harus menyelenggarakan setelah pandemi benar-benar berakhir, kita tidak tahu kapan itu berakhir, kita berharap dan berdoa secepatnya berakhir, tetapi kalau menganalisa sesuai perkembangan vaksin dan kemungkinan adanya gelombang COVID-19 selanjutnya, saya rasa 2022 pandemi belum akan berakhir,” kata Viryan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4/2020).

Viryan menegaskan, penyelenggaraan hari pemilihan pilkada setelah fase puncak pandemi lebih memungkinkan, dan akan lebih aman untuk keselamatan pemilih, peserta pemilu maupun penyelenggara.

Hal itu tentunya menurutnya tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan dan jaga jarak fisik yang tetap dilaksanakan secara ketat selama penyelenggaraan, meskipun tingkat pandemi sudah menurun dengan angka positif Covid-19 yang rendah.

Penyelenggaraan di tengah pandemi tersebut bisa berkaca pada Korea Selatan, di negara itu pemilu digelar sekitar satu bulan setelah puncak pandemi dan penyelenggaraannya tetap mengutamakan protokol kesehatan setempat.

“Kapan itu fase puncak, prediksi waktu melewati fase puncak dan titik tertentu yang aman untuk menyelenggarakan tahapan pilkada kembali silakan pemerintah yang lebih tahu memprediksi kondisi tersebut apakah bisa dilakukan diawal Juni 2020 atau ada kebijakan lain,” urainya.

Sementara kalau penyelenggaraan pilkada harus menunggu pandemi benar-benar berakhir dengan nol kasus menurut dia hal itu tentunya juga tidak akan baik juga untuk penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

“Dalam artian harus sampai 0 kasus, rasa-rasanya sampai 2022 bisa tentu bisa terlaksana dan kerja pemerintah daerah potensi bermasalah, sebagai catatan pejabat sementara daerah yang tidak memiliki wewenang luas sebagaimana kepala daerah yang dipilih melalui Pilkada,” ujarnya.

Sebelumnya,  Komisi II DPR RI menyetujui usulan pemerintah yang mengambil kebijakan opsi optimistis yaitu pemungutan suara Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang dari jadwal semestinya 23 September 2020.

Comment here