EDUKASIPemerintahPROVINSI BENGKULU

Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Alami Pemulihan, Senator Riri: Ini Harus Dipertahankan

DERING24.COM BENGKULU – Data terbaru yang dihimpun oleh Ditjen PBn, BPS, Bea Cukai, Bloomberg, BPKAD Provinsi Bengkulu dan SKPD terkait lainnya menunjukkan ekonomi Bengkulu mengalami pemulihan diantaranya karena belanja pemerintah, bantuan sosial, proyek-proyek infrastruktur serta mulai membaiknya kinerja ekspor.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, pemulihan tersebut patut dipertahankan meski kasus positif covid-19 di tanah air masih belum landai.

“Saya cermati tantangan kedepan masih cukup rumit. Kinerja pertanian, perdagangan dan industri pengolahan masih mengalami masalah. Mudah-mudahan dengan munculnya vaksin covid-19, ekonomi Bengkulu bisa kembali pulih sepenuhnya,” kata Riri Damayanti, Rabu (16/12/2020).

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menilai, pemerintah pusat dan daerah serta stakeholder terkait ekonomi hendaknya berkaca dengan Vietnam dan Republik Rakyat Tiongkok dalam memacu gairah ekonomi di tengah pandemi.

“Kalau Tiongkok mungkin dianggap wajar, tapi Vietnam relevan untuk diteladani bagaimana upaya mereka mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi. Kalau sudah tahu apa resepnya, terapkan itu dari pusat sampai ke daerah,” pinta Riri Damayanti.

Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran membengkak hingga jutaan orang selama pandemi, baik karena tidak terserap pasar tenaga kerja atau karena menyempitnya lapangan kerja yang ada. Saat ini secara nasional angka pengangguran mencapai 9,77 juta orang.

“Saya khawatir semakin tinggi pengangguran, kriminalitas pun meningkat. Makanya sampai vaksinnya benar-benar telah membuat pandemi terkendali, pemerintah dan stakeholder terkait jangan lengah, tetap optimis dan menjaga kekompakkan,” imbuh Riri Damayanti.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini berharap pemerintah pusat dan daerah tetap mempertahankan kualitas belanjanya dengan fokus menggenjot ekonomi masyarakat menengah ke bawah dan mempertahankan daya beli masyarakat tetap tinggi.

“Soal belanja ini sebenarnya tidak melulu harus dengan berutang, tapi juga bisa lewat penghematan belanja pemerintah untuk hal yang tidak terlalu mendesak, peningkatan pajak, pengembalian uang negara dari koruptor, penundaan pembayaran utang selama pandemi masih berlangsung, dan lain-lain,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, situs resmi Bank Indonesia merilis pada 30 November 2020 kemarin menyebutkan secara keseluruhan tahun 2020, pandemi covid-19 menyebabkan perekonomian Bengkulu tahun 2020 tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Konsumsi rumah tangga menurun sejalan dengan terhenti dan terbatasnya kegiatan usaha yang berdampak kepada menurunnya penghasilan.

Perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan I 2021 diprakirakan tumbuh terbatas. Dari sisi penggunaan, konsumsi masyarakat tumbuh lebih tinggi sejalan dengan peningkatan mobilitas dan aktivitas masyarakat karena prospek tersedianya vaksin covid-19. [Ads]

Comment here