Pengangguran Membengkak Akibat Pandemi Covid-19, Senator Riri: Pemerintah Harus Stop Aturan Terbukanya TKA

Dering24

Dering24

EKONOMIPemerintahPROVINSI BENGKULU

Pengangguran Membengkak Akibat Pandemi Covid-19, Senator Riri: Pemerintah Harus Stop Aturan Terbukanya TKA

DERING24.COM BENGKULU – Senator muda Indonesia asal Bengkulu, Hj Riri Damayanti John Latief, mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) per 1 Mei 2020 jumlah pekerja sektor formal yang telah dirumahkan akibat pandemi COVID-19 sebanyak 1.032.960 orang.

Sementara di sektor formal terdapat pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 375.165 orang dan sektor informal sebanyak 314.833 orang. Total pekerja yang dirumahkan dan di-PHK akibat Covid-19 sebanyak 1.722.958 orang.

“Ini bukan jumlah yang sedikit ditengah kompleksitas masalah pekerja seperti upah yang belum layak dan perlindungan hukum yang belum memadai. Ekonomi ke depan harus menjawab problem pengangguran yang membengkak akibat pandemi covid-19,” kata Riri Damayanti Jumat (17/07/2020).

Anggota Komite II DPD RI ini melanjutkan, selain pandemi, lapangan pekerjaan juga menyempit akibat terlalu terbukanya aturan pemerintah terhadap tenaga kerja asing dan rendahnya fasilitas untuk meningkatkan sumber daya manusia pekerja Indonesia.

“Banyak warga yang mengeluh mereka susah dapat kerja, sementara banyak orang asing yang kerja di sekitar mereka. Di Bengkulu yang sering terdengar di kawasan PLTU Pulau Baai. Ini PR (pekerjaan rumah, red) buat pemerintah,” ujar Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini mengungkapkan, sektor informal, baik di kota maupun di desa, masih didominasi oleh sektor informal.

“Mamang bakso, siomay, tukang ojeg, kuli bangunan dan lain-lain ini ketika PSBB kemarin banyak yang koleps, sementara bantuan pemerintah terhadap mereka masih minim. Harus ada payung hukum melegalkan para pekerja di sektor informal agar mereka juga bisa merasakan kehadiran pemerintah di saat paceklik,” pinta Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini memaparkan, salah satu strategi yang tak kalah jitu untuk mengentaskan pengangguran adalah dengan memantapkan pengelolaan sektor pertanian.

“Tapi sayangnya hasil komoditas pertanian ini belum memberikan efek kesejahteraan kepada petani. Mudah-mudahan kebijakan Dana Desa terus berlanjut dan diarahkan banyak ke pertanian terus ditambah anggarannya, diprofesionalkan pengelolaannya sehingga bisa mengentaskan pengangguran di desa-desa,” demikian Riri Damayanti.

[Ads]

Comment here