Senator Riri: Pemuda Bengkulu Harus Jadi Motor Optimalisasi Pelayanan Publik

Dering24

Dering24

EDUKASIPemerintahPROVINSI BENGKULU

Senator Riri: Pemuda Bengkulu Harus Jadi Motor Optimalisasi Pelayanan Publik

Senator Riri Damayanti

DERING24.COM BENGKULU – Pemuda Bengkulu merupakan kelompok sosial yang dapat berperan banyak sebagai motor utama dalam melakukan optimalisasi pelayanan publik.

Pemuda Bengkulu sebagai kelompok milenial selalu eksis di media sosial (medsos) sehingga menjadi sandaran bagi kelompok masyarakat lainnya ketika mereka mengunggah luapan perasaan ketidakpuasan, ataupun rasa puas dalam mengakses pelayanan publik. Hal itu diungkapkan Senator Muda Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief, Senin (2/11/2020).

“Tetap kedepankan prasangka baik dan ketelitian dalam menshere persoalan-persoalan pelayanan publik di medsos. Jangan sampai jadi fitnah. Salurkan aspirasi dengan cara yang paling baik melalui Ombudsman untuk menghindari fitnah atau perkara-perkara buruk lainnya,” kata perempuan berparas ayu tersebut.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini mengajak pemerintah daerah ataupun instansi penyelenggara pelayanan publik terkait pelaksanaan pelayanan publik di Bengkulu untuk bersinergi dengan pemuda dengan berbagai komunitasnya sebagai salah satu kelompok di masyarakat yang memiliki kekuataan moral untuk membuat pelayanan publik semakin berkualitas sehingga penyelenggaraan pelayanan publik oleh pemerintah dapat memperkuat demokrasi, memenuhi standar hak asasi manusia, menjaga stabilitas ekonomi, mensejahterakan masyarakat, dan tumbuhnya kepercayaan masyararakat pada pemerintah dan administrasi publik.

“Pemuda memiliki energi yang luar biasa dalam memajukan peradaban, tak terkecuali untuk memajukan pelayanan publik. Hal ini telah dibuktikan jauh sebelum Indonesia merdeka yang berpuncak pada Sumpah Pemuda dan setelah Indonesia merdeka yang berpuncak pada reformasi 1998 yang melahirkan lembaga DPD RI. Pemuda identik dengan pemikiran yang kritis terhadap hal-hal yang terjadi disekitarnya. Sebuah kondisi yang membuat pemuda menjadi pengawas yang efektif, baik dalam hal kebijakan maupun pelayanan publik. Pemuda selalu memiliki keberanian untuk menyampaikan kekurangan pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik,” ungkap Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini memaparkan, sebagaimana laporan Ombudsman Republik Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bengkulu sejak tahun 2015 hingga 2019 terhadap hasil Penilaian Kepatuhan Pemda di Provinsi Bengkulu terdapat 6 (enam) Pemda yang telah mendapatkan kategori tinggi (zona hijau) yaitu Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Lebong, Kabupaten Mukomuko, dan Kabupaten Kepahiang.

Lalu 3 (tiga) Kabupaten masuk kategori sedang (zona kuning) yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu tengah, dan Kabupaten Kaur. Lalu yang terakhir 2 (dua) Kabupaten masih mendapatkan kategori rendah (zona merah) yaitu Kabupaten Seluma dan Rejang Lebong.

“Pas di lapangan memang sangat jarang masyarakat yang mengeluhkan masalah pelayanan publik kecuali di daerah-daerah yang memang memiliki kekurangan dari segi infrastruktur,” ungkap Riri Damayanti.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini menambahkan, melalui jabatan yang ia pegang, ia akan terus berusaha untuk memberikan edukasi tentang hak dan kewajiban masyarakat sebagai pengguna layanan publik, serta memberikan masukan atau saran, melaporkan lembaga yang mengabaikan hak atau melanggar kewajiban kepada pihak terkait.

“Aspirasi ini terutama saya sampaikan kepada kementerian yang menjadi mitra kerja di DPD RI. Secara konstitusi DPD RI lebih banyak mengolah aspirasi publik dengan memformulasikannya agar menjadi aturan hukum yang lebih berpihak kepada kepentingan daerah yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” demikian Riri Damayanti. [Ads]

Comment here