DAERAHEDUKASIEKONOMIFinanceNASIONAL

Mulai 1 September Bank B Indonesia Terapkan SKNBI dan Turunkan Biaya Transfer Uang Jadi Rp 3.500


Bengkulu, Dering24.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Bengkulu, Joni Marsius mengatakan, bahwa Kebijakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia(SKNBI) sebagai terobosan terbaru untuk mendukung kelancaran sistem pembayaran dan transaksi perbankan.
“Kebijakan SKBNI ini diputuskan oleh 112 Bank, dan siap menerapkan kebijakan itu awal September, dengan tujuan transaksi transfer dana dapat lebih efisien, lebih cepat, lebih murah, dan lebih maksimal, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,”ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Joni saat menggelar Press Confrence di Ruang rapat Besar kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, yang di hadiri seluruh perwakilan bank. Jumat (30/08/2019).
Joni Marsius mengatakan, instansinya sudah menyiapkan seluruh bank untuk meningkatkan SKNBI.
“Ini semua untuk meningkatkan transaksi dan mempercepat layanan,” katanya.
Selain itu, ia optimistis kebijakan tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk transaksi dengan nominalnya lebih besar. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 21 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal.
Regulasi ini memuat lima substansi.
Pertama, menurunkan biaya transfer uang melalui kliring dari Rp 5 ribu menjadi Rp 3.500. “Biaya transfer dana melalui e-channel seperti Jenius, Digibank, Go Mobile dan Commonwealth Bank Mobile juga disesuaikan,” katanya.
Rinciannya, biaya pengiriman uang secara SKNBI lewat Jenius dan Digibank menjadi Rp 3 ribu per transaksi. Lalu, Go Mobile CIMB Niaga dan Commonwealth Bank Mobile masing-masing Rp 2.500 dan Rp 5 ribu.

Kedua, proses transfer dana melalui kliring pun bertambah dari lima kali menjadi sembilan kali dalam sehari.
Ketiga, layanannya dilakukan setiap satu jam sekali, sejak pukul 08.00-16.45 waktu setempat. Keempat, penyelesaian transaksi dipercepat, dari semula maksimal dua jam menjadi sejam.
BI pun mengenakan biaya layanan transfer dana kepada seluruh bank sebesar Rp 600, dengan komponen biaya data keuangan elektronik (DKE). Terakhir, menaikkan batas atas (capping) transaksi.
Untuk layanan transfer dana dan pembayaran reguler melalui SKNBI, naik dari Rp 500 juta menjadi Rp 1 miliar. Lalu, untuk layanan kliring warkat debit dan penagihan regular, menjadi Rp 500 juta.
Joni Marsius menegaskan bahwa seluruh bank wajib menginformasikan penyesuaian biaya dan kebijakan SKNBI kepada nasabah.
“Informasi harus dilakukan tiap bank melalui seluruh saluran komunikasi kepada nasabah dengan cara yang mudah,” katanya.
SKNBI adalah infrastruktur yang digunakan BI dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal untuk memproses DKE.
Data yang diproses baik terkait layanan transfer dana, kliring warkat debit, pembayaran reguler dan penagihan reguler. Selama tahun lalu, BI mencatat transfer dana mencapai Rp 2,7 triliun. Rinciannya, kliring warkat debit Rp 849 miliar, pembayaran reguler Rp 1,4 miliar dan penagihan reguler Rp 158 miliar.
Sedangkan menurut sarananya, ada 32,08% transaksi melalui teller dan 67,92% lewat e-channel.

(Ads)

Comment here