Miris, Siswi SD di Seluma Harus Mananggung Beban Akibat Kelakuan Bejat si Kakek

Dering24

Dering24

HUKUM KRIMINALDAERAHSeluma

Miris, Siswi SD di Seluma Harus Mananggung Beban Akibat Kelakuan Bejat si Kakek

Ilustrasi

DERING24.COM SELUMA – Miris sekali, kasus asusila yang menimpa anak dibawah umur kembali terjadi di Desa Serian Bandung, Kec. Semidang Alas Maras, Kab. Seluma.

Kali ini, RH seorang kakek (53) melakukan pencabulan terhadap korban MW (13) yang saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 6, Ia harus menanggung beban dalam kandungannya yang berusia 4 bulan atas perlakuan si kakek.

Berdasarkan pemeriksaan korban, pelaku diketahui melakukan perbuatan persetubuhan layaknya suami istri sejak tahun 2018 hingga terakhir dilakukan pada bulan April 2020.

Sementara keterangan dari Unit PPA Sat Reskrim Polres Seluma, laporan dugaan Tindak Pidana Persetubuhan dan atau Pencabulan anak dibawah umur, diterima Pada hari Kamis tanggal 28 Mei 2020.

Keronilogis kejadian, Awal mula korban diketahui hamil setelah orang tua korban mendatangi tukang urut dengan mengajak anaknya (korban). Setelah  itu pelapor juga meminta kepada tukang urut agar korban juga diurut.

Pada saat diurut perut korban, tukang urut berkata kepeda orangtua korban, bahwa anaknya sedang mengandung sijabang bayi.

Koraban kemudian menangis dan bercerita kepada orang tuanya bahwa telah disetubuhi oleh pelaku RH (53).

Pelaku Pencabulan anak sd
Pelaku Pencabulan anak sd di seluma

Sempat ragu bahwa anaknya menagdung, Akhirnya orangtua korban memastikan kebenaran itu dan membawa MW ke salah satu bidan di Muara Maras.

Dengan rasa penasaran, pemeriksaan bidan pun disampaikan bahwa, korban telah hamila degan usia kehamilan sekitar 4 bln.

Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres seluma dengan LP Nomor : LP/134-B/V/2020/BENGKULU/SPKT/ RES SELUMA tanggal 28 Mei 2020.

Setiap kali melakukan aksinya pelaku selalu mengimingi korban dengan uang antara 5000,10.000, 40.000 sampai  50.000 dan bahkan pelaku pernah memberi uang kepada korban sebanyak 200.000.

Perbuatan persetubuhan yang berulangkali tersebut dilakukan oleh pelaku diantaranya dilakukan di belakang rumah pelaku, didalam kamar mandi dan di dalam kamar pelaku.

(Hmsp)

Comment here