Merajut Harmonisasi Sabang-Merauke di Masa Pandemi COVID-19

Dering24

Dering24

EDUKASILIFESTYLEPROVINSI BENGKULU

Merajut Harmonisasi Sabang-Merauke di Masa Pandemi COVID-19

Merajut Harmonisasi Sabang-Merauke di Masa Pandemi COVID-19 1

DERING24.COM BENGKULU – Jumat siang (19/6/2020) Para rektor se provinsi Bengkulu, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Forkopimda Provinsi Bengkulu gelar webinar “ Merajut Harmonisasi Sabang-Merauke di masa Covid 19”.

Ketua MUI Prov. Bengkulu, Prof. Rohimin, mengatakan bahwa dalam Al-Qur’an, diskriminasi tidak diperbolehkan secara bahasa yang digunakan seseorang maupun warna kulitnya. Dengan meminimalisir tindakan diskriminasi di Indonesia maka akan terciptanya harmonisasi antar manusia terutama di Bengkulu.

Lanjut Rohimin, Dihimbau kepada masyarakat di Indonesia untuk meminimalisir tindakan narsisme dan rasialisme, terutama tindakan rasialisme terhadap masyarakat Papua yang datang ke Prov. Bengkulu.

Ketua PW Muhammadiyah Bengkulu, Syaifullah, mengatakan Bahwa Keragaman yang ada pada suatu budaya merupakan sebuah hal yang mutlak. Namun, bagaimana perbedaan tersebut dapat dikelola dengan baik oleh setiap manusia agar terciptanya harmonisasi di suatu negara terutama Indonesia.

Dialog kerjasama terkait kemanusiaan perlu dilakukan secara rutin oleh pihak terkait dengan masyarakat terutama dalam permasalahan isu konflik Covid 19 saat ini. Hal tersebut bertujuan agar mengeratkan hubungan sesama masyarakat di Indonesia agar tidak munculnya isu-isu yang dapat memecah belah bangsa Indonesia, tegas Syaifullah.”

Papar Ketua PW NU Bengkulu, Zulkarnain Dali, mengatakan bahwa ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah negara yang kuat, yaitu hubungan antar manusia, hubungan antar negara, hubungan antar agama dan intern agama masing-masing.

Lanjut Zulkarnain”, Jika 3 hal tersebut dapat dilaksanakan dengan dasar Bhinneka Tunggal Ika oleh warga negara Indonesia, maka akan terciptanya harmonisasi dan humanitas yang baik serta terminimalisir munculnya konflik-konflik yang dapat memecah belah Indonesia seperti adanya penolakan terhadap RUU HIP saat ini.

Merajut Harmonisasi Sabang-Merauke di Masa Pandemi COVID-19 2

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Teguh Sarwono, mengatakan mengatakan bahwa Sangat mengapresiasi kepada rektor Universitas Bengkulu yang telah menggagas kegiatan webinar terkait harmonisasi dari Sabang-Merauke.

Tidak perlu dilakukan rasialisme di Indonesia karena pada dasarnya semua warga negara Indonesia terlahir dari tanah yang sama dan memiliki hak yang sama, tutup Kapolda”.

Kegiatan webinar dipimpin oleh Rektor Universitas Bengkulu, Ridwan Nurazi, serta dihadiri sekitar 40 orang peserta diantaranya, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Teguh Sarwono, Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Yanuar Adil, Danlanal Bengkulu, Letkol Laut (P) Yustus Nasarius Rossi, Ketua PW NU Bengkulu, Zulkarnain Dali, Ketua MUI Prov. Bengkulu, Prof Rohimin, Rektor Pat Petulai, Prof. Alnopri, Ketua PW Muhammadiyah Bengkulu, Syaifullah, Rektor Unihaz, Yulfiperius, Rektor UMB, Sakroni, Ketua BMA Prov. Bengkulu, Effendi MS, Rektor IAIN Bengkulu, Sirajudin, Komunitas Peduli Bengkulu, Herry, Ketua JSMI Bengkulu, Ricky, Mahasiswa asal Papua.

(BN)

Comment here