EDUKASIPROVINSI BENGKULU

Menuju Akhir AIDS 2030, Senator Riri: Katakan Tidak Pada Maksiat

DERING24.COM BENGKULU – Peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2020 berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya karena usaha untuk menanggulanginya dalam memberikan pelayanan menghadapi tantangan tambahan selama pandemi covid-19.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, sebelum pandemi, HIV/AIDS telah menjadi permasalahan global yang menjadi salah satu penyebab kematian yang lebih besar dari covid-19.

“Hormat saya untuk semua tenaga medis yang masih terus menyediakan layanan HIV di tengah pandemi covid-19. Mari galang solidaritas global untuk ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) melalui peningkatan pelayanan medis dan menghilangkan stigma negatif,” kata Riri Damayanti, Selasa (1/12/2020).

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini menjelaskan, pemerintah telah mencanangkan “Three Zeroes” pada tahun 2030 dimana pada saat itu tidak ada lagi kasus baru HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada ODHA.

“Pandemi covid-19 tentu akan menyulitkan pemerintah untuk mencapai target tersebut kecuali semua pihak mau bergotong royong dan ambil peran,” ungkap Riri Damayanti.

Harapan Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu itu selaras dengan tema nasional untuk Hari AIDS sedunia 2020 adalah “Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Solidaritas: 10 Tahun Menuju Akhir AIDS 2030”.

“Solidaritas ini sangat penting karena sudah banyak laporan adanya gangguan pada pencegahan, tes, pengobatan dan pelayanan HIV, apalagi di daerah-daerah yang sistem kesehatannya masih jelek. Hal ini membuat resiko sakit berat dan kematian meningkat,” ujar Riri Damayanti.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini juga mengimbau kepada masyarakat untuk meninggalkan narkoba, seks bebas dan gaya hidup tidak sehat.

“Mari jauhi apa-apa yang dilarang agama, perbanyak ibadah dan semua aktifitas yang mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Katakan tidak pada maksiat,” demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, estimasi ODHA di Indonesia pada tahun 2020 adalah sebanyak 543.075 orang. Di Bengkulu, Yayasan Peduli Sosial Nasional (Pesona) hingga awal September 2020 telah merawat 263 orang pasien HIV/AIDS dari berbagai kalangan mulai dari ibu rumah tangga, pekerja seks komersil, waria hingga kelompok LGBT. Sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik secara bersama dan transfusi darah.

Dalam Hari AIDS Sedunia tahun ini WHO mengangkat tema “Global Solidarity, Resilient Services” dan menyerukan kampanye HIV pada kelompok rentan yang sudah berisiko dan memperluas cakupan ke anak-anak dan remaja.

Setiap orang bisa ikut membantu kampanye dengan membagikan postingan dan gambar dengan memviralkan ungkapan “Let’s Stop HIV Together” di media sosial dengan tagar #WorldAIDSDay / #WAD2020 dan #StopHIVTogether agar menjadi trending konten. [Ads]

Comment here