Luncurkan Dua Varietas Unggul, Senator Riri: Prestasi Ini Perlu Didorong Maju

Dering24

Dering24

FinanceEKONOMIPROVINSI BENGKULU

Luncurkan Dua Varietas Unggul, Senator Riri: Prestasi Ini Perlu Didorong Maju

Luncurkan Dua Varietas Unggul, Senator Riri: Prestasi Ini Perlu Didorong Maju 1

DERING24.COM BENGKULU – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia terus melakukan tugas konstitusionalnya untuk mengawasi berbagai produk Undang-Undang agar dapat memberikan kesejahteraan dan kemajuan untuk daerah-daerah di Indonesia.

Anggota DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief melirik sejumlah persoalan yang terdapat di Bengkulu yang perlu mendapatkan perhatian dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

Riri Damayanti menjelaskan, belum lama ini Universitas telah meluncurkan dua Varietas Unggul Kedelai hasil rakitan dosen Fakultas Pertanian dan mendapat pengakuan dari pemerintah yang ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Pelepasan Varietas Unggul dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Prestasi ini perlu didorong maju dengan memberikan semangat dan bantuan kepada petani setempat dan di daerah-daerah lainnya untuk bertanam kedelai serta meningkatkan produksi secara pesat, jadi ke depan Indonesia nggak perlu impor  kedelai lagi,” kata Riri Damayanti kepada media, Jumat (28/8/2020).

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini memaparkan, selain kedelai, masih ada banyak varietas unggul lainnya di Bengkulu yang patut mendapatkan perhatian, bukan hanya pemerintah daerah, namun juga pemerintah di pusat.

“Misal jeruk Rimau Gerga Lebong. Saking unggulnya, sampai permintaannya membludak. Tapi produksinya terbatas. Jadi perlu ada intervensi pemerintah. Harapan saya supportnya bukan cuma dari APBD tapi juga APBN,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini juga berharap agar Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Pertanian direvisi.

“Dengan biaya permohonan sertifikat mencapai Rp20 juta ini terlalu memberatkan peneliti dan petani. Belum lagi wajib iuran tahunan sampai Rp1,5 juta. DPD minta ini diringankan agar pengembangan industri benih dalam negeri bisa bergeliat,” sampai Riri Damayanti.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini berharap pemerintah semakin giat mendorong agar perguruan tinggi negeri untuk terus melahirkan varietas-varietas unggul sehingga produktivitas pertanian dapat ditingkatkan.

“Harapannya seiring dengan peningkatan kualitas dan kuantitas ekspor varietas di pasaran global. Nilai jualnya tinggi, hasilnya melimpah, dan kualitas barangnya bagus,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, Bumi Rafflesia memiliki banyak varietas lokal yang unggul dan telah beradabtasi hampir di seluruh kabupaten/kota. Diantaranya sumber daya genetik kelapa unggul di Kabupaten Bengkulu Selatan dengan nama lokal kelapa Manna.

Akhir tahun lalu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu membudidayakan padi varietas lokal di sejumlah daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

Diantaranya adalah padi arel dari Kabupaten Rejang Lebong, delimo dan rampit putih dari Kabupaten Seluma, serta padi ratusamban wangi dari Kabupaten Bengkulu Utara. Seluruhnya telah mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pertanian RI.

[Ads]

Comment here