DAERAHMuko-Muko

Lakukan Mediasi, Perselisihan PT GSS Vs Karyawan Makin Membara

WhatsApp Image 2021-08-20 at 16.32.49

DERING24.COM MUKOMUKO –  Kapolres Mukomuko Melalui Kapolsek Pondok Suguh IPTU Nanuk Irawan S.Ikom melaksanakan monitoring mediasi antara serikat pekerja FSPMI dengan PT GSS, 19 / 21 sekira pukul 11.30 wib s/d 17.30 WIB.

Dalam mediasi tersebut dihadiri langsung Kadis Nakertran Mukomuko, Waka II DPRD Kab.Mukomuko Sdr Novianto, Anggota Komisi I DPRD Kab.Mukomuko Sdr. Sukandi, Kapolsek Pondok Suguh, Manager PT GSS, Perwakilan Serikat Pekerja FSPMI, Kadis DPPMTK Kab. Mukomuko.

Dalam hal ini, Kadis DPPMTK memimpin jalannya mediasi antara Serikat Pekerja FSPMI dengan Pihak Manager PT GSS dengan dilakukan pembahasan terhadap point – point yang menjadi perselsihan. Namun hasil sementara dari mediasi / perundingan tersebut telah didapat putusan bersama yaitu sbb :

  1. Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh serikat pekerja FSPMI dianggap sah.
  2. Diberikan waktu selama 1 bulan terhitung tanggal 19 agustus 2021 s/d 18 September 2021 kepada management PT GSS untuk memberikan jawaban / tanggapan terhadap usulan dalam perpanjangan PKB tersebut.
  3. Selama proses pada point b diatas berlangsung karyawan tetap masuk dan bekerja seperti biasa.

Untuk diketahui, mediasi atau perundingan untuk mencari solusi dalam perselisian antara serikat pekerja FSPMI dengan pihak Management PT GSS berlangsung sangat alot. Dalam proses mediasi tersebut di atas, sampai saat ini belum terjadi kesepakatan, dikarenakan pihak Management PT GSS tidak menyetujui keputusan bersama tersebut.

“Tidak terjadinya kesepakatan tersebut dikarenakan adanya salah pemahaman terkait isi dari Putusan Bersama, yang mana menurut pemahaman Management PT GSS, pembahasan perpanjangan PKB sesuai dengan Tata Tertib Pembahasan Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) masa tenggang waktunya selama 3 bulan, terhitung mulai tanggal 23 Juli 2021 s/d 23 September 2021 dan bukan berakhir pada tanggal 18 September 2021. Sedangkan menurut pemahaman dari Serikat Pekerja FSPMI, bahwa waktu 1 bulan mulai tanggal 19 Agustus 2021 s/d 18 September 2021. Jadi pihak perusahaan sudah memiliki jawaban dari usulan dalam PKB pada Psl 24 tersebut,”ujarnya.

Akibat dari salah pemahaman dalam Putusan Bersama tersebut, para serikat pekerja langsung membubarkan diri dan akan tetap melaksanakan Aksi mogok dan PT GSS tidak beroperasi dikarnakan tidak ada karyawan yang bekerja.

“Para karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja FSPMI selama melakukan aksi mogok kerja tersebut tidak menghalangi perusahaan untuk menerima TBS dan juga tidak menutup Pabrik tersebut, mereka masih mempersilahkan Pabrik melaksanakan kegiatan seperti mana biasanya,”tutupnya. (Mjtr)

Comment here