Kusmito Gunawan : Berspiritual dalam Berpolitik

Dering24

Dering24

POLITIKHotNews

Kusmito Gunawan : Berspiritual dalam Berpolitik

Kusmito Gunawan, SH.MH

DERING24.COM KOTA BENGKULU – Masyarakat Pemilih mungkin cukup familiar dengan foto kampanye bertema pria berkacamata yang tengah melihat arloji saat kontestasi Pemilihan Legislatif tahun lalu.

Ya, pria berkacamata itu tak lain adalah Kusmito Gunawan, SH.MH, Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Daerah Pemilihan IV Kota Bengkulu.

Kok memilih foto tema kampanye yang berbeda sih, Bang Mito?, tanya Saya (admin) mengawali perbincangan di suatu pagi yang cerah.

“Filosofi sederhana kenapa saya akhirnya memilih foto kampanye ini. Arloji melambangkan waktu, dan waktu mengingatkan kita tentang segalanya. Bukankah dalam agama kita (Islam) juga ada Surah dalam Alquran yang berbicara mengenai waktu.”, jawabnya ramah. Ia pun menyatakan ketertarikannya untuk menggabungkan spiritualitas dalam politik.

Bicara mengenai politik, Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu ini mengatakan sebagian masyarakat memandang bahwa politik itu kotor, kejam dan sebaiknya dijauhi. Pandangan tersebut tentu tidak sepenuhnya salah dan sebaliknya tidak sepenuhnya benar. Kalaupun berpolitik itu masih dianggap sebagai suatu hal yang kotor bagi sebagian masyarakat, ia yakin kelompok masyarakat yang seperti itu mungkin hanya melihat politik tidak secara utuh dan jujur.

“Kejujuran yang saya maksudkan dan yang paling sangat mendasar adalah karena sejatinya politik telah menjadi bagian hidup keseharian manusia”, katanya.

Ketika masyarakat telah memposisikan bahwa dunia politik itu kotor dan kejam hingga kemudian masyarakat tidak peduli dengan politik, hal itu menurut Bapak dua anak ini sangat disayangkan.

“Seorang penyair Jerman Bertold Brecht mengatakan bahwa buta terburuk adalah buta politik. Seorang yang mengidap buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa perpolitikan. Tentu ini harus menjadi renungan berkesadaran bagi kita bahwa mau tidak mau harus digarisbawahi setiap manusia itu hidup dalam lingkaran politik.”, sambungnya.

Kusmito melihat bahwa dunia politik itu adalah sebuah seni, terutama seni memanajemen berbagai persoalan bahkan konflik untuk kemudian didiskusikan bersama dengan tujuan mencari solusi atau jalan keluarnya. Dalam tujuan yang lebih besar lagi, persoalan dan konflik justru bisa dilihat sebagai wahana berjuang dengan salah satu muaranya adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Dari titik inilah Kusmito berpandangan bahwa politik merupakan sebuah swadharma mulia karena didalamnya ada spirit perjuangan. Spirit perjuangan tersebut tiada lain dengan tujuan terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui fungsi lembaga legislatif.

Kusmito bercerita, ketika ia meletakkan politik sebagai sebuah swadharma mulia, tentu ini juga dinafasi oleh kesadarannya sebagai manusia Bengkulu yang berprinsip bangga jadi orang Bengkulu. Bentuk pengejawantahannya adalah menjadikan nilai-nilai budaya Bengkulu dan ajaran-ajaran agama Islam sebagai landasan atas pedoman dasarnya berpolitik.

Ia berpendapat, pada akhirnya seiring dengan kegigihan manusia Bengkulu menjalankan kewajiban spiritualnya, di titik itu ia melihat bahwa ketika dunia politik dilakoni secara benar, maka sejatinya pula seorang yang berjalan pada dunia politik tersebut adalah juga telah berjalan pada ruang-ruang spiritual.

Ruang-ruang spiritual yang dimaksud oleh pria good looking ini tiada lain karena dalam berpolitik seseorang telah berjuang penuh dan itu adalah memperjuangkan hak mendasar tentang kemanusiaan. Pendapat itu berawal dari sebuah keyakinan Kusmito bahwa berspiritual di era Milenial ini tidak harus dengan menjadi seorang Sufi. Lebih dari itu, pelaku spiritual juga layak memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan atau hak-hak masyarakat.

Bagi pria yang memiliki hobi ekstrim off road ini, spirit spiritualitas yang dialirkan dalam dunia perpolitikan tentu kemudian menjadikan jalan-jalan mudah untuk mewujudkan cita-cita politiknya. Walaupun tidak bisa dipungkiri dalam perjalanannya pasti ada hambatan dan tantangan yang harus dilalui. Namun Kandidat Doktor Hukum ini berkeyakinan dengan landasan spiritualitas yang kuat dan niat mulia, maka tujuan politiknya akan terwujud dan diterima masyarakat bahkan juga sangat mungkin diterima oleh semesta.

Lantas, apa tujuan seorang Kusmito Gunawan dalam berpolitik?

“Dengan matangnya spiritualitas diri dalam berpolitik, maka persoalan rakyat akan semakin mudah terlihat untuk kemudian diperjuangkan dengan prinsip-prinsip kebenaran.”, pungkasnya. (tere)

Kusmito Gunawan, SH.MH (Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu 2019-2024)

Comment here