KPK Minta Penyuap Komisioner KPU Serahkan Diri

Dering24

Dering24

HUKUM KRIMINALNASIONAL

KPK Minta Penyuap Komisioner KPU Serahkan Diri

KPK

DERING24.COM, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada salah satu tersangka pemberi suap salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, berinisial HAR untuk segera menyerahkan diri dan kooperatif sehingga kasus ini bisa lebih terang.

Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri di Jakarta, Jum’at (10/1/2020) mengatakan HAR yang juga politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah dicari keberadaannya sejak operasi tangkap tangan digelar pada Rabu (8/1/2020) lalu, karena diduga sebagai pemberi suap.

“KPK meminta tersangka HAR segera menyerahkan diri ke KPK dan pada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif,” kata Ali Fikri.

Selain itu menurut Ali Fikri, KPK berharap masyarakat dapat mengawal proses penanganan perkara ini karena dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani ini terkait dengan aspek mendasar dalam proses demokrasi yang sedang kita jalani.

Sebelumnya pada 8 Januari 2020 lalu, tim KPK menggelar kegiatan tangkap tangan di beberapa lokasi yakni Jakarta, Depok, dan Banyumas yang diduga terkait dengan penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Dalam OTT ini, KPK mengamankan sedikitnya delapan orang salah satunya adalah Komisioner KPU Wahyu Setiawan (WSE).

Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 1×24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024.

Dari delapan orang yang diamankan, pada Kamis (9/1/2020) malam, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Empat orang itu adalah WSE (Komisioner KPU), ATF (Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu/Bawaslu dan orang kepercayaan WSE), HAR (politikus PDIP), dan SAE (swasta).

Tersangka WSE dan ATF disangkakan sebagai penerima, dua tersangka lain yakni HAR dan SAE disangkakan sebagai pemberi. HAR melalui SAE diduga memberi sejumlah uang untuk WSE melalui ATF terkait dengan penetapan aanggota DPR Pengganti Antar Waktu 2019-2024.

Sebagai penerima para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pemberi para tersangka disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Humas KPK)

Comment here