Kisah Pilu Bayi Kembar Ditengah Pandemi Covid-19

Dering24

Dering24

DAERAHSumsel

Kisah Pilu Bayi Kembar Ditengah Pandemi Covid-19

Bayi kembar Tiga

DERING24.COM, MUBA – Di tengah Pandemi Covid-19, Ibu Reni Marlina (36) istri dari Bapak Edi Yanto (40) warga Dusun 2 Desa Lubuk Buah, Sungai Sialang Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin yang sekarang berdomisili di Desa Toman dusun 1 RT 8 kecamatan Babat Toman melahirkan bayi laki-laki  kembar 3, pada Minggu 10 Mei 2020 di RSUD Sekayu.

Diketaui Reni Marlina adalah seorang guru honorer di SD Negeri Bedeng Seng Desa Bangun Sari Kecamatan Babat Toman dan suami nya buruh sadap karet yang berpenghasilan tidak tetap.

Selain mendapatkan bayi kembar 3, keluarga ini mempunyai 3 orang anak yang tertua duduk pelajar di SMK Ulak Paceh kecamatan Lawang Wetan dan 2 anaknya sekolah di SMP Muhamadiyah.

Ketiga bayi kembar ibu Reni Marlina di beri nama David Ramadhan, Dafa Alfarizi dan Dani Ardafa.  Ketiganya lahir dengan berat badan David 1,8 kg, Danu dan Dani beratnya 1,75 kg, kondisinya dalam  keadaan sehat.

Kelahiran ke tiga putra ibu Reni dan Edi di tengah penyebaran covid-19, luput dari perhatian pemerintahan kabupaten Muba. Menurut bapak bayi kembar ini yang sehari-harinya sebagai buruh penyadap karet sangat kesulitan untuk membelikan susu ke tiga bayinya, susu dan tempat tinggal kami ini dapat dari belas kasihan para tetangga di sekitar ini.

“Karena di tengah musim Corona, sangat sulit mendapatkan duit untuk membeli susu apa lagi saya ini nyadap karet milik kebun orang, yang sekarang ini harga karet sedang murah, sedangkan istri saya guru honor yang setiap 3 bulan baru menerima hadiah honor, terimakasih tetangga di sekitar sini basuh perhatian dengan membantu ngasi susu pada anak kembar kami dan memberikan tumpangan tempat tinggal tidak di haruskan sewa,” ungkap Edi.

Edi berharap, “Kami sangat berharap sekali bantuan pada pemerintahan agar kami di beri bantuan untuk mendapatkan susu bagi bayi kembar kami ini,” harapnya.

Jon Faizar Salah satu warga yang berada didekat rumah mengatakan, pada media kondisi pak Edi Yanto yang mempunyai anak kembar tiga ini kehidupannya sangat kekurangan, sebagai buruh sadap karet di tengah harga karet yang menurun ini.

“Ini pun kami berupaya membantu memberikan susu untuk ketiga bayi kembar in sedangkan tempat tingg alnya sekarang ini baru di tempatnya di beri tumpangan oleh warga yang punya Bedeng karena di tempat yang lama di depan Bedeng ini sangat sempit, maka di suruh menunggu di sini,” jelasnya.

(Rsp)

Comment here