Ketua Fraksi PAN Tegur Dikbud Kota Bengkulu terkait Aturan Pihak Sekolah Berbeda dengan SE Walikota

Dering24

Dering24

DAERAHKOTA BENGKULU

Ketua Fraksi PAN Tegur Dikbud Kota Bengkulu terkait Aturan Pihak Sekolah Berbeda dengan SE Walikota

Ketua Fraksi PAN Tegur Dikbud Kota Bengkulu terkait Aturan Pihak Sekolah Berbeda dengan SE Walikota 1

DERING24 .COM KOTA BENGKULU – Saya merasa sedih dan kecewa, jika ada sekolah yang masih menafsir serta membuat regulasi sendiri. Inilah rasa kekecewaan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu Kumito Gunawan saat mendapat informasi bahwa masih ada pihak sekolah yang tidak patuh terhadap SE Walikota Bengkulu No.420/9.19/1.D.DIK/2020 Tgl 12 Juli 2020.

Diketahui bahwa SE Walikota Bengkulu No.420/9.19/1.D.DIK/2020 Tgl 12 Juli 2020. Dimana materinya adalah mempertegas bahwa sistem belajar mengajar ditingkat TK/PAUD/PKBM/SD/MI/SMP/MTs tetap menggunakan metode daring.

“Ini pada prinsipnya walikota Bengkulu sadar benar bahwa pademi civid-19 ini masih belum berakhir, oleh karenanya aktivitas anak-anak wajib pemerintah menjaga dan mengawasi, sebagai tugas dan amanah dari rakyat juga,”tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya mendapat info ada beberapa sekolah yang membuat tafsir baru dan menerbitkan aturan yang berbeda, misal mengharuskan anak datang ke sekolah, daftar ulang, belajar di kelas, dsb.

“Ini tentunya keliru, saya menilai ada yang belum pas dari sosialisasi atas SE ini. Dan tentunya ini menjadi tanggungjawab kepala dinas Dikbud Kota Bengkuku dan pejabat dilingkunganya atas ketidakberesan ini tentunya mejadi bahan evaluasi kinerja dinas oleh walikota,”ujarnya.

“Saya harus katakan bahwa saya percaya 1000 persen atas data pemerintah yang disampaikan oleh tim gugus tugas nasional dan daerah. Faktanya per Munggu 12 Juli 2020 kasus positif COVID berjumlah 75.699 dan positif Provinsi Bengkulu berjumlah 163, terbanyak ada di Kota Bengkulu.

“Merujuk pada fakta ini, jelas jangan jemawa, jangan lengah, jangan sok-sokan. Selamatkan anak-anak kita dengan kekuasaan dan kemampuan yang ada. Saya juga tidak sepakat jika new normal diterapkan pada tingkat pendidikan. Tujuan new normal dalam surat menkes beberapa bulan lalu adalah untuk dunia usaha, kerja dan industri. Tambah keliru jika ada orang tua yang menyamakan dengan aktivitas dipasar, mall, tempat hiburan, jajanan, masjid, dll. Jelas, itu aktivitas untuk orang dewasa yang sudah mengerti tentang covid dan ilmunya. Lah anak-anak yang masih kecil, umur kecil, ilmu kecil disamakan, Anak-anak itu dunia bermain, dan sangat rentan tidak menerapkan protokol kesehata,”cetusnya.

Sabar, dan yakin tidak akan bodoh dan tertinggal anak-anak kita ketika tetap untuk sementara ini belajar secara daring, yang penting metode dan pembaharuan cara belajarnya harus menjadi perhatian kita bersama. Demikian Kusmito.

Berita sebelumnya telah terbit di laman referensipubik.com

Comments (2)

  1. Selamat siang Pak, usul saya dan sampaikan dengan Bapak Walikota, kalau memang ada Kepala Sekolah atau Jajarannya yang tidak mengikuti aturan SE Walikota, lebih dan sangat baik sekali Kepala Sekolahnya diganti saja, karena Efek kedepannya sangat tidak bagus, membuat Wali Murid dan Murid menjadi Bingung, perlu tegas dalam menyikapi hal ini, jangan hanya “UAP”. Masih banyak yang berpotensi untuk menjadi seorang Kepala Sekolah. Terima kasih

Comment here