Kepercayaan Publik Terkait Penanganan Covid-19 Merosot, Riri : Ini Harus Jadi Pemicu Semangat Bagi Pemerintah

Dering24

Dering24

EDUKASIPemerintahPROVINSI BENGKULU

Kepercayaan Publik Terkait Penanganan Covid-19 Merosot, Riri : Ini Harus Jadi Pemicu Semangat Bagi Pemerintah

Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief

DERING24.COM BENGKULU – Sejumlah lembaga riset memberikan sinyal mengenai merosotnya kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah khususnya dalam menangani pandemi Covid-19 yang tercatat masuk ke Indonesia sejak Februari silam.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, opini masyarakat tersebut hendaknya menjadi pemicu semangat bagi pemerintah untuk lebih maksimal dalam menangani pandemi beserta dampak-dampaknya.

“Covid-19 dianggap pemerintah sebagai sesuatu yang serius, tapi upaya penanganannya tak serius seperti yang sering diberitakan. Kira-kira begitu bunyi opini masyarakat. Ini harus jadi pemacu semangat agar pemerintah bisa lebih fokus dan maksimal dalam mengatasi pandemi,” kata Riri Damayanti, Selasa (25/8/2020).

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini memaparkan, apa yang patut diperhatikan oleh pemerintah khususnya oleh pemerintah daerah di Bengkulu adalah tingginya tingkat kematian pasien Covid-19 lantaran banyaknya pasien yang mengidap penyakit penyerta (komordibitas) yang diderita.

“Saya bersyukur Pemerintah Provinsi Bengkulu telah berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah evaluasi penanganan pandemi Covid-19 setelah Tim Gugus Tugas Nasional mengumumkan Bengkulu menjadi provinsi dengan tingkat kematian akibat Covid-19 tertinggi se Indonesia pekan yang lalu. Mari didukung dengan sepenuh hati,” ungkap Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu berharap perlindungan ekstra diberikan terhadap mereka yang masih tergolong sebagai anak-anak.

“Jangan bawa anak-anak ke tempat keramaian yang berisiko terpapar Covid-19. Apalagi Bengkulu merupakan zona merah untuk anak-anak. Tetap diam di rumah dan berikan bimbingan yang terbaik mengenai pandemi dari rumah,” ajak Riri Damayanti.

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini menuturkan, beratnya kondisi orang tua dalam mengurus anak-anaknya di masa pandemi tidak selalu berarti buruk bagi masa depan anak-anak.

“Sekarang tergantung orang tua bagaimana mendidik anak-anaknya. Banyak anak-anak yang sukses justru karena dibesarkan dengan tekanan dan banyaknya tantangan. Ajarkan anak untuk tidak cengeng, tetap berkemauan besar untuk mencapai cita-cita, meski dengan tantangan yang berat dan sukar,” harap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menambahkan, tak kalah penting adalah melakukan pemulihan ekonomi sebagai salah satu fungsi yang sangat vital dalam memompa denyut kehidupan masyarakat.

“Pandemi telah mengguncang ekonomi Indonesia, dimana saja, termasuk Bengkulu. Ini tantangan terberat. Tapi kalau ini berhasil, maka insya Allah semua akan jadi lebih mudah. Maka dari itu saya meminta keseriusan dari pemerintah daerah untuk memperbesar upaya penanganan pandemi ini,” demikian Riri Damayanti.

[Ads]

Comment here