NASIONAL

Kepala BNPB Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat Natuna

20200216_145232

DERING24.COM, Jakarta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Natuna yang ramah dan baik hati telah menyelamatkan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Doni pada malam syukuran dan apresiasi tim kemanusiaan pelepasan WNI dari Wuhan dengan masyarakat Natuna, di Gedung Sri Srindit, jalan Yos Sudarso, Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. (15/2/2020). 

Dalam keterangan resminya, Minggu (16/2/2020), Ia menyebut tidak dipungkiri sebelumnya ada kesalahpahaman saat pemulangan WNI dari Huebei untuk observasi di Natuna. “Meskipun pada beberapa minggu yang lalu sempat terjadi gejolak di masyarakat, dengan adanya disinformasi tentang pemulangan WNI dari Huebei, Wuhan,” kata dia.

Namun dengan cepat, dapat diselesaikan dengan turunnya langsung Menteri Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesi (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang dapat membuka mata dan hati mereka untuk menerima peserta observasi. 

Ditambah lagi dukungan dari pejabat pusat seperti Menkopolhukam, Menteri Pertahanan, dan Menteri Kesehatan. “Hari ini kita memberi apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang telah bekerja keras, telah saling membantu, saling bekerjasama baik dari pusat maupun daerah dan dibantu TNI/Polri,” kata Doni.

Kepala BNPB juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran media yang telah berperan luar biasa, memberikan informasi yang seimbang kepada publik dan masyarakat. Antara lain, pilihan terbaik untuk observasi di Indonesia adalah di Natuna.

“Sehingga kesalahpahaman tentang bagaimana proses pemulangan warga negara kita di Huebei, Wuhan dapat diterima baik oleh masyarakat Natuna” ungkapnya. 

Pada saat yang sama, Kepala BNPB juga memberikan penghargaan kepada 10 tokoh masyarakat dan 5 penghargaan kepada TNI/Polri.  

Sebanyak 243 WNI yang terdiri dari 238 warga dan lima KBRI telah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing setelah mengikuti proses observasi selama dua pekan di Natuna.

Proses pemulangan WNI tersebut dilakukan menggunakan tiga pesawat milik TNI yakni dua pesawat jenis Boeing dan satu jenis Hercules. Pesawat diberangkatkan dari Lanud Raden Sadjad Ranai Natuna, Kepulauan Riau menuju Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Ketiga pesawat tersebut bertolak dari Natuna pada pukul 13.15 WIB dan mendarat di Jakarta sekitar pukul 15.46 WIB.

Setibanya di Lanud Halim, mereka dijemput oleh perwakilan pemerintah provinsi masing-masing untuk kemudian didampingi sampai ke kampung halaman.

(Ip)

Comment here

placeholder="Your Comment">