EDUKASI

Kekerasan Seksual Merajalela, Direktur Eksekutif WCC Sebut Penting Menghidupkan Kembali Hukum Sosial

WhatsApp Image 2020-01-25 at 16.01.51

DERING24.COM, Bengkulu Maraknya kasus kekerasan seksual termasuk incest  yang dialami perempuan (anak maupun remaja) dalam 4 bulan terakhir ini, membuat lembaga Cahaya Perempuan WCC selaku lembaga yang memberikan layanan untuk perempuan korban kekerasan geram  membaca relasi kuasa pelaku dan korban yang timpang ini.

Hal ini juga diperkuat dengan budaya patriarki yang melekat di pelaku sehingga mereka (pelaku) mempelajari dan memilih perempuan yang masih berusia anak dan remaja untuk diperdayai. Di sisi lain, penegakan hukum yang normatif seolah terlihat lamban dalam penyelesaian kasusnya.

“Penting menghidupkan kembali hukum sosial untuk pelaku, dengan harapan menimbulkan efek jera yang luar biasa. Sehingga di kemudian tidak ada lagi orang yang meniatkan dirinya menjadi pelaku kekerasan seksual, hanya karena tidak mampu mengelola dorongan seksual yang ada dalam dirinya,”terang Tini Rahayu, Direktur Eksekutif Cahaya Perempuan WCC dalam keterangan rilisnya, Sabtu (25/01/2020).

Ia manambahkan, bahwa tidak kalah penting perlu segera kita (Pemerintah, Pemangku Agama, Pemangku Adat, stakeholder terkait, termasuk kelompok anak dan remaja) untuk lakukan adalah mengenalkan dan memberikan pendidikan HKSR pada semua umur terutama anak dan remaja, agar mereka mampu mengenali dan membaca situasi yang mungkin membahayakan mereka.

“Sederhananya mereka mengenali dan menjaga organ mereka dari pihak diluar diri mereka termasuk mengambil tindakan tegas atas perlakuan yang tidak ia inginkan tersebut. Dengan begitu semua kita bisa terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan awal atas terjadinya kasus kekerasan seksual di sekitar kita,”Demikian Tini.

(Lica)

Comment here