DAERAHHUKUM KRIMINALMuko-Muko

Kajari Mukomuko Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Seragam Linmas

IMG_20211117_191229

DERING24.COM MUKOMUKO –  Tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan seragam baju Linmas dan Damkar di Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Damkar Kabupaten Mukomuko, Selasa (16/11/21).

Penetapan ketujuh tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko ini, setelah dilakukannya pemeriksaan terhadap delapan orang saksi.

Dari tujuh tersangka tersebut dua orang merupakan rekanan atau kontraktor berinisial IJ dan J. Lima orang ASN yang berinisial AH selaku PPK, KS selaku PPTK, DP, RD dan SR yang saat itu berperan sebagai pelaku,” pungkasnya

“Hari ini kita lakukan pemanggilan kepada delapan orang sebagai saksi. Tapi yang memenuhi panggilan cuma lima orang. Semuanya langsung kita periksa mulai kisaran jam 10 pagi tadi,” jelas Kajari Mukomuko, Rudi Iskandar, S.H., M.H.

Dikatakan Rudi, dari lima orang yang memenuhi panggilan, empat orang ditetapkan sebagai  tersangka, satu orang masih berstatus saksi dan dipersilahkan pulang.

“Sementara yang empat orang kita tahan. Meski yang tiga orang yang juga kita panggil tidak datang, tetap kita tetapkan mereka sebagai tersangka. Karena sebelumnya mereka juga pernah kita periksa sebagai saksi,” sambungnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka maka empat orang tersebut langsung ditahan yaitu KS, DP, SR dan IJ.

“Untuk tiga tersangka yang belum memenuhi panggilan akan dilakukan pemanggilan kedua pada hari Jumat (19/11) mendatang,” lanjut Kajari.

Kajari menyebutkan apabila dalam tempo tiga hari setelah panggilan kedua maka penyidik akan melayangkan surat berikutnya disertai penjemputan tersangka oleh petugas.

“Kalau keberadaanya tidak diketahui, maka nanti kita tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Proses ini kita lakukan bertahap dan sesuai prosedur,

“Sementara itu sambil menunggu ke 3 tersangka,. Maka ke 4 tersangka ini kita titipkan di mapolres mukomuko kurang lebih 20 hari ke depan,”tutup kajari. [Mjtr]

Comment here