EKONOMINASIONAL

Industri Rokok Elektrik Bantu Petani Tembakau Lokal

Tembakau

DERING24.COM, Jakarta – Salah satu tantangan yang selalu dihadapi oleh petani tembakau dalam negeri adalah serapan hasil panen tembakau yang terkadang mengalami penurunan. Menurut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), hal ini disebabkan oleh berbagai alasan mulai dari hasil panen yang tidak memenuhi standar hingga kenaikan tarif cukai rokok. Permasalahan ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi ribuan petani tembakau dalam negeri.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno mengatakan bahwa saat ini serapan hasil panen tembakau dalam negeri masih bergantung kepada produksi rokok. Seiring dengan hadirnya industri rokok elektrik di Indonesia.

Ia melihat ada peluang positif bagi pertumbuhan serapan hasil panen tembakau di Indonesia. Pasalnya, cairan yang digunakan pada rokok elektrik menggunakan ekstrak nikotin yang berasal dari tembakau.

“Kalau industri rokok elektrik (agrokimia) dikembangkan di Indonesia, dapat berpotensi menyerap tanaman tembakau lokal,” kata Soeseno, di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Sementara Produsen cairan rokok elektrik Emkay Brewer, Eko Prio HC, mengatakan, seiring berkembangnya industri hasil tembakau dengan munculnya produk hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan tersebut. Industri baru yang sedang bertumbuh ini dapat membantu menyerap hasil tembakau dalam negeri. Pasalnya, produk HPTL yang beredar di pasaran seperti rokok elektrik (liquid vape), produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product), snus, dan nikotin tempel mengandung nikotin yang berasal dari tanaman tembakau.

Menurutnya, rokok elektrik di Indonesia terus berkembang salah satunya karena banyak perokok yang ingin beralih produk tembakau alternatif. Ia menambahkan bahwa industri HPTL di Indonesia berpeluang untuk mendongkrak penyerapan tembakau petani lokal.

Sejauh ini, pengusaha rokok elektrik terus berupaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam produksi cairan rokok elektrik. “Salah satu upayanya adalah bekerja sama dengan petani tembakau dan industri lain untuk mengekstraksi tembakau lokal menjadi nikotin cair. Dengan begitu, para pengusaha rokok elektrik di Indonesia dapat menekan impor nikotin cair dan meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri,” katanya.

Lanjutnya, Eko, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Produksi Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mengatakan pengusaha rokok elektrik yang tergabung dalam APVI terus mencari cara untuk menggunakan cairan nikotin hasil ekstraksi tembakau lokal mulai tahun ini. “Kami berharap, nikotin cair yang berasal dari ekstraksi tembakau lokal ini ke depan bisa meningkat dan mengalahkan produk nikotin cair yang selama ini impor dari China dan India,” kata Eko.

(Ip)

Comment here