DAERAHEDUKASINewsRajang LebongTechnology

IAIN Curup Gelar Grand Opening Kajian Dhuha Kovid-19

GRAND OPENING KAJIAN DHUHA KOVID-19 IAIN Curup

DERING24.COM CURUP – Selasa (30/3). Kegiatan Kajian Dhuha Kopid-19 (Koordinasi Pengembangan Diri dan Dakwah CPNS 2019) yang diinisiasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019 dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Dr. H. Beni Azwar, M.Pd.,Kons.

Grand Opening Kajian Dhuha ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah, Dekan Fakultas Tarbiyah, Ketua LPM dan Ketua LPPM IAIN Curup serta Prof. Dr. Budi Kisworo, M.Ag selaku Ketua Senat IAIN Curup sekaligus menjadi pembicara pada kajian dhuha.

Dalam kata sambutannya, Wakil Rektor I mengapresiasi kegiatan kajian dhuha ini. Ia menyampaikan telah lama pihaknya menginginkan ada kegiatan seperti ini di lingkungan kampus. Bahkan secara pribadi Wakil Rektor mencoba mengajak beberapa rekan sejawat untuk menginisiasi kegiatan seperti ini.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya sebagai bentuk untuk membentuk kepribadian Islami, namun juga sebagai sarana untuk menjadikan kampus IAIN Curup sebagai mercusuar keilmuan Islam di Kabupaten Rejang Lebong,”teranganya.

Bahkan beliau juga mengharapkan, dengan banyaknya tenaga ahli baik di bidang agama, pendidikan dan sosial di lingkungan kampus IAIN Curup seharusnya menjadikan IAIN Curup Sebagai rujukan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Sementara itu, mewakili CPNS Formasi 2019, Dr. Amrullah, M.Pd.I mengatakan, bahwa kegiatan kajian dhuha ini telah dilaksanakan oleh CPNS 2019 sejak bulan Februari walaupun dalam bentuk kelompok kecil. Kemudian bertransformasi dengan mengajak seluruh CPNS 2019, dan ketika ada dukungan dari Pimpinan dari mulai Rektorat hingga Fakultas Alhamdulillah kajian ini akhirnya secara resmi dibuka dan disaksikan Segenap pimpinan di lingkungan IAIN Curup.

“Ke depan kami berharap langkah kecil ini menjadi bagian dari pembangunan religiusitas kampus,”ujar Amrullah.

Disampaikan pula bahwa ada motto CPNS 2019 yang menjadi impian, yaitu mewujudkan kampus IAIN Curup yang Islami, Ilmiah, dan menjaga Ukhuwah,”tegasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Budi Kisworo, M.Ag dalam materinya meyampaikan bahwa “dalam tradisi kampus yang ilmiah, penting melakukan proses aqliyah (logika) dalam konteks penerapan Syariah di tengah masyarakat. Agar pelaksanaan syariah itu pada akhirnya memberikan jawaban pada setiap problem kemasyarakatan kita.” Dalam materi itu juga, beliau merangsang logika berpikir peserta dengan penerapan hukum Aqiqah, isu kesetaraan gender, feminisme dan lain sebagainya. (Redaksi)

Comment here