Bengkulu SelatanDAERAH

Guru Honorer Diduga Paksa Kepsek untuk Rayakan Gebyar HUT SKMN 1 BS

Pemberlakuan-Saber-Pungli-Masih-Ada-Sekolah-di-Banjar-Pungut-Biaya-Study-Tour

DERING24.COM, Bengkulu Selatan Guru Honorer diduga nekat memaksa Kepala Sekolah dan OSIS untuk musyawarah dalam rangka persiapan penyelenggarakan acara Gebyar HUT SMK Negeri 1 Bengkulu Selatan. Hal itu diketahui saat awak media mengkonfirmasi Kepala Sekolah SMK Negeri 1 BS Haliman,SE pada Jumat 25/01/2020 kemaren.

Haliman mengatakan, awalnya tidak menyetujui di adakannya Gebyar HUT sekolah dengan acara besar-besaran apalagi sampai memungut uang dari siswa yang berjumlah 950 siswa SMKN BS. Di katakan oleh Haliman, namun ia di paksa oleh salah guru berstatus honorer yang mengajar bidang studi olahraga di sekolah yang ia pimpin.

Saat dikomfirmasi, Haliman mengatakan “Basin itu mengatakan kalau sekolah lain juga melaksanakan Gebyar HUT sekolah, tapi kenapa kita SMK Negeri 1 tidak bisa. Kalau ini tidak di laksanakan artinya saya sudah tidak ada harganya lagi sebagai seorang guru yang sudah lama mengabdi di sini dan sebentar lagi akan pensiun,” ucap Haliman menirukan kata-kata Basin tersebut kepada wartawan.

Sementar itu,  Pengamat Dunia Pendidikan Bengkulu Selatan Arza BP mengatakan “Saya sangat menyayangkan tidak adanya ketegasan kepala sekolah SMKN 1 BS,” kepada wartawan Arza mengatakan kalau Kepala sekolah adalah Penentu kebijakan. OSIS, guru, komite dan sebagainya tidak berhak memaksa kepala sekolah untuk melakukan dugaan pungli, karna kepala sekolah lah yang mempunyai kewenangan mengatur dan bertanggung jawab terhadap kegiatan sekolah apalagi sampai di paksa oleh guru honorer”, terang Arza.

Sebelumnya di duga adanya pungli di SMKN 1 BS. Pungutan itu sebesar 50.000/siswa dengan dalih untuk biaya gebyar hut sekolah. Surat pemberitahuan pungutan tersebut di sampaikan kepada wali murid di tandatangani oleh kepala sekolah dan ketua osis tertanggal 13 januari 2020. menurut isi surat pemberitahuan yang di sampaikan kepada wali murid itu, pungutan tersebut harus di kumpulkan sampai tanggal 22/01/2020.

(Dewi)

Comment here

placeholder="Your Comment">