Energi di Masa Pandemi, Senator Riri: Covid-19 Mengajarkan Jangan Hidup Boros

Dering24

Dering24

DAERAHPROVINSI BENGKULU

Energi di Masa Pandemi, Senator Riri: Covid-19 Mengajarkan Jangan Hidup Boros

DERING24.COM BENGKULU – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat konsumsi energi industri menurun, namun meningkatkan secara drastis konsumsi listrik rumah tangga.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, sosialisasi mengenai pentingnya pencegahan pemborosan listrik di tengah-tengah masyarakat perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah defisit energi.

“Covid-19 mengajarkan jangan hidup boros. Bijak menggunakan energi merupakan bagian dari cinta tanah air. Sosialisasi di tengah-tengah masyarakat untuk bijak menggunakan energi perlu untuk terus dilakukan,” kata Riri Damayanti, Jum’at (19/6/2020).

Dikonfirmasi mengenai wujud nyata hemat energi tersebut, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, sederhananya matikan lampu bila tidak digunakan.

“Pakai air kalau untuk bersih-bersih cukup dengan satu baskom jangan pakai dua baskom. Cas HP kalau sudah selesai dipakai cabut. Matikan AC kalau nggak ada orang dalam ruangan,” Riri Damayanti menjelaskan.

Meski mengimbau penghematan, namun Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini menekankan pentingnya pemerintah untuk terus mengusahakan pengembangan kebijakan energi yang lebih baik.

“Proyek-proyek pengembangan energi baru jangan mandeg. Covid-19 ini mestinya jadi momentum buat kita benah-benah dalam hal energi. Lepaskan ketergatungan dengan penggunaan energi fosil,” Riri Damayanti menegaskan.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menambahkan, pengembangan energi dari fosil ke energi baru terbarukan harus benar-benar memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Jangan sampai justru pengembangan energi baru terbarukan malah menghasilkan bencana dan menyusahkan masyarakat. Maksud saya harus benar-benar mementingkan kelestarian lingkungan, keberlanjutan kehidupan manusia, dan kemandirian bangsa,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, selama masa pandemi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya peningkatan konsumsi listrik rumah tangga dan gas mencapai lebih dari 30 persen.

Kondisi ini diprediksi akan terus terjadi bahkan akan terus meningkat selama pandemi belum berakhir.

Coaction Indonesia, sebuah lembaga peduli energi, merilis kenaikan ini dipengaruhi beberapa faktor seperti ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan alat elektronik seperti ponsel, laptop, televisi, dan pendingin ruangan.

[Ads]

Comment here