Duduki Peringkat Kedua Penyumbang Sampah Terbanyak, Senator Riri Minta Pemerintah Daerah Segera Buat Terobosan

Dering24

Dering24

EDUKASIPemerintahPROVINSI BENGKULU

Duduki Peringkat Kedua Penyumbang Sampah Terbanyak, Senator Riri Minta Pemerintah Daerah Segera Buat Terobosan

Duduki Peringkat Kedua Penyumbang Sampah Terbanyak, Senator Riri Minta Pemerintah Daerah Segera Buat Terobosan 1

DERING24.COM BENGKULU – Masalah pengelolaan sampah terutama plastik menjadi persoalan yang paling membahayakan lingkungan hidup di Indonesia, tak terkecuali di berbagai provinsi termasuk Bengkulu. Hal ini menuntut perhatian dari berbagai pihak yang berada di lembaga tinggi negara.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, sampah plastik sangat merusak lingkungan hidup, baik di darat maupun di laut.

“Manusia rusak dan ekologi terganggu akibat sampah. Banyak hewan yang tidak bisa hidup tenang dan ikan-ikan mati karena sampah manusia. Makanya ini harus jadi perhatian bersama,” kata Riri Damayanti, Selasa (4/8/2020).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini mengaku kaget dengan data Bank Dunia yang memasukkan Indonesia dalam daftar negara penyumbang sampah plastik di dunia dengan menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan sampah terbanyak dibuang ke laut.

“Di Bengkulu saya sudah banyak dapat laporan masalah sampah laut ini tidak kalah merepotkan. Belum ada terobosan yang benar-benar berdampak signifikan terhadap mengurangi problem ini,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini mengajak kepada segenap pemerintah daerah untuk segera merealisasikan program-program terpadu untuk melokalisir penyebaran sampah plastik seperti bank sampah.

“Di banyak tempat ini efektif melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi mengurangi jumlah sampah. Dana Desa dan Kelurahan kan ada. Jadi nggak usah khawatir untuk biaya pemberdayaannya. Saya selaku DPD juga beberapa kali memfasilitasi pemberdayaan ini dan selalu siap untuk memfasilitasi kelompok-kelompok yang peduli dengan masalah sampah,” ungkap Riri Damayanti.

Pun demikian, Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini mengimbau kepada segenap masyarakat untuk tidak melimpahkan beban pengelolaan sampah ini hanya kepada pemerintah.

“Kalau pun misalnya setiap hari pemerintah mengerahkan banyak pasukan kuning untuk memungut sampah, selama masyarakatnya tetap membuang sampah sembarangan ya percuma juga. Mari sama-sama peduli,” pungkas Riri Damayanti.

Untuk diketahui, hampir di seluruh kabupaten/kota di Bengkulu, masalah sampah telah membuat pemerintah kewalahan.

Di Kota Bengkulu misalnya, tahun 2019 yang lalu pemerintah hanya mampu mengelola 21,57 persen dari total sampah yang timbul 1.044,80 M3 per hari dari 417.918 jiwa penduduk.

Di Bengkulu Tengah, bulan lalu, tumpukan sampah tampak berserakan di jalan menuju perkantoran kabupaten Bengkulu Tengah, tepatnya di dekat jembatan yang menghubungkan Desa Karang Tinggi dan Desa Padang Tambak ditengarai karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal kebersihan lingkungan.

[Ads]

Comment here