HUKUM KRIMINAL

Di Fitnah Isu Fee Proyek, Kuasa Hukum Teuku: Kita Bawa Ke Jalur Hukum

DERING24.COM BENGKULU – Isu fee proyek yang beredar di media sosial yang menyatut nama Teuku Zulkarnain terlibat akan berlanjut ke Ranah Hukum. Hal tersebut dikatakan Ana Tasya Pase SH MH sebagai Kuasa Hukum Teuku.  

Ia mengatakan dari surat  permintaan maaf dari saudara Yono sudah terlihat jelas bahwa dalam surat tersebut menyebut adanya unsur dugaan pidana.

“Terkait fitnah fee proyek akan segera qt proses ke jalur hukum, artinya ini medianya gak benar. Kita sudah memberikan somasi kepada pihak media online tersebut untuk menerbitkan hak sanggah dan hak jawab qt atau menghapus berita tsb, akan tetapi media ybs tetap tidak menggubris dan memberikan jawaban sebagaimana dalam suratnya,”jelas Ana melalui sambungan WhatsApp. Jumat (27/11/2020).

Ana juga menyampaikan bahwa ini bukan main-main. Pihaknya akan melaporan kepenegak hukum sebagai bentuk pembelajaran bersama dan efek jera bagi pihak-pihak yang telah memfitnah.

“Insyaallah Sabtu ini kami akan laporkan secara resmi, karena sekarang masih di mukomuko ada kegiatan,”tutup Ana Tasya Pase.

Percakapan yang tidak di geubris

Tak sampai disitu, pewarta juga mencari informasi kepada Wahyu Aprizal, ia menjelaskan bahwa Kwitansi fee proyek sebesar 10 juta yang tersebar di media sosial adalah pinjaman pribadi Wahyu Aprizal yang diberikan kepada Wibowo.

Wahyu Aprizal mengungkapkan, bahwa pihaknya juga heran apa yang telah di bicarakan itu tidaklah benar,“Saya klarifikasi, itu kuitansi pinjaman pribadi saya, tidak ada sangkut paut sama proyek,” kata Wahyu.

“Itukan pinjaman yang saya berikan ke Wibowo, kok bisa tersebar kwantasi nya,”ujar Wahyu bingung.

Sementara itu, Yono yang disebut sebut sebagai narasumber dalam pemberitaan fee proyek PUPR Kota Bengkulu pun meminta maaf secara tertulis. (**)

Comment here