Dewan Kota Kambali Sidak PLTU Batu Bara Teluk Sepang

Dering24.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu Suprianto beserta rombongannya, Senin (11/11/2019). menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu.

Sebelumnya ada pengaduhan dari masyarakat Kelurahan Teluk Sepang pada Rabu (6/11/2019), menurut keterangan Ketua LPM Teluk Sepang Ujang Usman, lapangan kerja bagi warga Teluk Sepang menjadi salah satu poin utama yang seharusnya disepakati dan direalisasikan sebelum berdirinya PLTU Batu Bara. Tetapi, sampai saat ini polemik tersebut belum juga selesai.

Setelah masyarakat menyambangi Gedung DPRD Kota Bengkulu, pelaporan atas masyarakat Teluk Sepang, hari ini giliran Anggota Dewan menyidak PLTU Batubara perihal laporan tersebut.

“Sidak kali ini menindak lanjuti atas kedatangan masyarakat Teluk Sepang ke kantor DPRD, kami beserta rombongan langsung kelapangan untuk memenuhi permintaan masyarakat supaya kami mengakomodir dalam memprioritaskan masyarakat Teluk Sepang dalam bekerja,” ujar Suprianto, dikutup Laman Pedomanbengkulu.com, Senin (11/11/2019).

Lanjutnya, setelah kami melakukan diskusi ke pihak manajemen PLTU tetapi mereka bicara tanpa menggunakan data dan akhirnya kami belum bisa memutuskan apa-apa.

“Kami bersepakat akan membicarakan ini ulang ke DPRD untuk sama-sama Mengkroscek data-datanya. Apakah betul yang mereka sampaikan tadi sesuai dengan data sebenernya,” katanya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Zulhelmi ASE Engineering PLTU Batu Bara Teluk Sepang bahwa hal sewajarnya masyarakat Teluk Sepang ketika menurut mereka ada keluhan melapor ke anggota dewan Untuk sejauh ini masyarakat Teluk Sepang sudah ada yang kami pekerjakan tetapi kami memperkerjakan mereka sesuai dengan kemampuan masyarakat itu sendiri.

“Untuk pembuangan limbah yang selama ini juga masyarakat keluhkan itu nantinya akan ada yang mengkaji, sebagai anggota dewan kami belum bisa memutuskan itu limbah atau bukan, tentu kita tidak berdasarkan opini masyarakat, kalau memang iya itu limbah makan perlu ada pengecekan terlebih dahulu ke Laboratorium, lalu apakah limbah itu masih standar atau tidak untuk dibuang keperairan secara langsung,” ucap Suprianto.

“Sebagai wakil rakyat kami anggota dewan akan terus mendengarkan aspirasi masyarakat apapun itu keluhannya,” tutupnya. 

(**)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *