Dalih Potong Dana BST 50 untuk Ongkos Mobil, Warga Datar Macang BU Protes

Dering24

Dering24

DAERAHBengkulu Utara

Dalih Potong Dana BST 50 untuk Ongkos Mobil, Warga Datar Macang BU Protes

Dalih Potong Dana BST 50 untuk Ongkos Mobil, Warga Datar Macang BU Protes 1

DERING24.COM BENGKULU UTARA – Bantaun Covid 19 melalui Bantuan Sosial Tunai (BST)  Kemensos Menuai Protes Warga Datar Macang kepada pihak pememerintah Desa.

Diketahui belakangan ini Desa Desus Rumor yang bereda ditengah tengah masyarakat  wilayah kadun 3  Desa Datar Macang ada dugaan pemotongan uang  Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan oleh Oknum Kadun Desa setempat dengan dalih ongkos mobil Sebesar Rp. 50 ribu rupiah dimintak kepada masyarakat.

Diakuai oleh warga Kadun 3, Tuhirmansyah menyampaikan kepada awak media ini mengatakan, “Iyo dek, kami keberatan nian duit kami dimintak samo kadun Rp.50 Ribu perorang dek. Alasannyo untuk ongkos mobil. Padahal kami ado motor  dan kami bisa sendiri ke kantor pos Lubuk Durian, Tapi kecek kadun “Amen udi lok berakat dewek pakai motor keme coa murusne,”ujarnya menirukan Kata Kadun.

“Kalu ndak di urus duit tu kito pakai mobil samo-samo. Nah kami meraso kebertan nian dek atas tindakan yang dilakukan kadun tiga,”tambahnya.

Senada dikatakan  Narti warga setempat, “Kami keberatan nian pak,“ Memang nian kami di ajak oleh kadun naik mobil galo –galo, pakai motor idak buli. Alasannyo kalu naik motor kami idak ndak ngurus pencaiaran Bantuan BST ini Pak, Pas la cair kami nerimo Duit Rp.600 ribu rupiah, abis itu kadun mintak Rp.50 ribu rupiah untuk ongkos mobil. Kami orang 20 dikumpulkan dan dimintak Duit sejumlah Rp 50 ribu rupiah perorangnya, ado jugo untuk bayar mobil yang Rp.100 ribu. Alasannyo dapek Dua  bulan Pencairan Bantuan BST,”cetusnya.

Akibatnya, masyarakat kadun tiga sangat keberatan atas hal yang dilakukan oleh Kadun Aspari.  Kenapa kami keberatan” warga yang lain dapek BLT DD Rp.600 ribu rupiah idak ado Dipotong,”ujarnya.

Sementara itu, Bukri salah satu tokoh masyarakat Desa Datar Macang sekaligus Mantan Kepala Desa menyampaikan prihatis dengan kondisi seperti ini.

Dalih Potong Dana BST 50 untuk Ongkos Mobil, Warga Datar Macang BU Protes 2

“Saya sangat prihatin betul kondisi seperti ini, Saya didatangi oleh warga mengadu kepada saya dan cerita kepada saya hal-hal yang seperti ini,  Saya sangat  kasihan dengan masyarakat yang dilakukan pemotongan dengan dali Ongkos Mobil. Tidak wajar Kadun berlaku seperti itu,”beber mantan Kades.

Terlebih lagi dalam hal ini  Kepala Desa ikut serta mengantar rombongan warga ke Kantor Pos Lubuk Durian yang mengetahui hal yang dilakukan oleh kadun tiga, meminta uang perorang  warga sebesar Rp. 50 ribu rupiah dalam pencairan Bantuan BST, dengan dali ongkos mobil.

Ditambahkan pula oleh Bukri bahwa Pemerintah Datar Macang dalam hal musyawarah pembangunan desa belum pernah mengundang kami.

“Kami sebagai Tokoh Masyarakat diantaranya,  Saya Mantan Kades,  Mantan Ketua BPD , Mantan Anggota BPD dan Tokoh Pemuda seperti Adik kami ini Bustanir,  Lanjut Bukri, “Kami ini masyarakat Datar Macang kenapa kami tidak pernah diundang dan dilibatkan dalam hal Apapun di  Desa,  Termasuk musyawarah pengusulan pembangunan Desa, malah yang diundang oleh Kades orang-orang yang tidak memahami kondisi Desa. Saya bukan propokator Dek,”ujar Bukri.

“Ini masyarakat datang dan mengadu keluhannya kepada saya. Bahkan masyarakat ini sudah mulai menggalang Tanda Tangan kepada warga, bahwasannya mereka tidak mau lagi dipimpin oleh Kades Sekarang ini, dengan alasan kades tidak memahami  masyarakatnya,”ujarnya.

“Contohnya kalau masyarakat disiko ado yang pesta dan tidak memakai pelaminan dan salon andri milik  kades, maka Kades pasti  tidak datang ke acara pesta itu, kareno tidak memakai pelaminan  andri salon milik pak kades, ungkap  bukri,”  seyogyanya sebagai seorang pemimpin yang di tuakan didesa (kades) tidak boleh demikian, “unjar Bukri.

(Rama)

Comment here