Curi Akta Cerai di Pengadilan Agama Pelaku Diamankan Polisi

Dering24

Dering24

HUKUM KRIMINALNASIONAL

Curi Akta Cerai di Pengadilan Agama Pelaku Diamankan Polisi

Pencurian AKTA Cerai

DERING24.COM – Polres Blora, Polda Jateng, mengamankan dua orang pelaku yang diduga mencuri blangko akta cerai di Kantor Pengadilan Agama Kelas 1 B Kabupaten Blora.

Keduanya, ASB (37) warga Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajah Mungkur Semarang, dan MK alias Modin pegat (58)  warga desa Sumber Kecamatan Kradenan Blora

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Trikuswindarto melalui Kasat Reskrim Polres Blora AKP Hery Dwi Utomo, mengungkapkan, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Kendal dan Blora.

Keduanya diduga mencuri blangko akta cerai di Kantor Pengadilan Agama Kelas 1 B Blora, Selasa (18/6/2019) lalu.

“Mendapat laporan tersebut, langsung kami lakukan penyelidikan, dan tersangka berhasil kita amankan, berikut barang buktinya,” ucap Kasat Reskrim, di Blora, Jum’at (10/1/2020).

Barang bukti yang diamankan berupa dua buah akta cerai yang telah di gunakan, satu buah stempel Pengadilan Agama, serta satu buah telepon genggam (HP) merek Nokia warna biru kombinasi hitam.

Kasat Reskrim memenjelaskan, pelaku mencuri blangko akta cerai dengan cara menggunakan kunci duplikat.

“Pelaku bisa membuat kunci duplikat, karena salah satu dari keduanya adalah karyawan honorer di Pengadilan Agama Blora  yang telah bekerja selama enam tahun, namun setelah peristiwa tersebut, telah dinonktifkan.

“Pelaku ASB ini adalah mantan karyawan honorer di Pengadilan Agama Blora sehingga bisa mendapatkan kunci untuk diduplikatkan,” ucap Kasat Reskrim.

Dalam peristiwa tersebut Pengadilan Agama Blora mengalami kerugian kurang lebih Rp15 juta karena akta cerai yang hilang sejumlah 150 lembar akta cerai kosong dan 17 lembar akta cerai milik penggugat dan tergugat.

Adapun dokumen yang berhasil dicuri pelaku adalah tiga bundel blangko akta cerai, yang terdiri dari satu bundel 13 dengan seri K no.36351-36400, satu bundel 31 dengan seri K no.37251-37300, satu bundel 32 dengan seri K no.37201-37350 dan 17 lembar akta cerai.

Dari pengakuannya tersangka mengatakan, bahwa blangko cerai tersebut dijual kepada masyarakat yang ingin mengurus proses perceraian tanpa mengikuti sidang.

Akat cerai itu seharga Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per lembar. Hingga ditangkap petugas, tersangka telah berhasil menjual delapan akta cerai tersebut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 dengan hukuman penjara maksimal tujuh tahun penjara.

(Mc).

Comment here