EDUKASIEKONOMIPROVINSI BENGKULU

Cerita Mulyadi yang Jualan di Tabot Tahun Ini

Bengkulu, Dering24.com – Sekitar 1.500 warga Bengkulu memenuhi malam pembukaan upacara adat Bengkulu, Tabot yang digelar Sabtu malam 31/08/2019. Kehadiran masyarakat Bengkulu itu untuk menyaksikan nuansa Tabot yang telah dihiasi cahaya lampu, warna-warni.
Antusiasme warga Bengkulu pun semakin meningkat ketika menyaksikan hampir seluruh sub event yang digelar dibalut dengan budaya.
Perayaan Tabot ini merupakan peringatan atas wafatnya Husein cucu Nabi Muhammad SAW di Padang Karbala (Irak) ketika dicegat oleh 4.000 pasukan Yazid bin Muawwiyah yang berhasrat menjadi khalifah.

Dari pantauan Media Dering24.com, Sabtu malam (31/8/2019) Acara pun semakin meriah ketika band lokal membawakan sebuah lagu kahs bengkulu, anak-anak yang ditemani ibunya pun asyik berdendang dan keramaian akibat pembukaan adat tabot ini mengakibatkan akses menuju pembukaan upacara Tabot tahun ini berlangsung macet.

Polres Bengkulu pun terlihat kewalahan mengatur pengunjung yang tidak habis habisnya berkunjung ke tempat upacara Tabot dilaksanakan. Ia memberikan himbauan bagi para pengunjung,”Bagi pengunjung untuk menjaga barang, jika ada barang yang hilang untuk melaoporkan kepada kami,”ujar salah seorang petugas polisi.

Saat ditemuai Mulyadi (47)Pedagang pecah Belah yang sedang di serbuh Pembeli mengatakan”Alhamdulillah Pada pembukaan tabot kali ini, kami sudah diserbuh pembeli, dan muda-mudahan sampai penutupan tabot nanti daya membeli masih seperti ini atau lebih meningkat,”ujarnya.
“Festival tabot Tahun ini, sangat beda sekali, para pedagang tersusun rapi, dan sangat beraturan, dan kami juga berharap kepada Panitia Pasar Rakyat, agar kedepannya, sewah tenda bisa dikurangi, agar pedagang dari luar bengkulu lebih banyak berjualan untuk acara tabot selanjutnya,”ujarnya.
“Kalau masalah untung rugi itu tergantung sama cuaca. Mudah mudahan tidak ada hujan selama pasar rakyat ini digelar,” harap Mulyadi. demikian (@46)

Comment here