Catatan Penting Bagi Pemerintah di Bidang Pertanian

Dering24

Dering24

EKONOMIPROVINSI BENGKULU

Catatan Penting Bagi Pemerintah di Bidang Pertanian

DERING24.COM BENGKULU – Upaya silaturahmi dan kunjungan kepada sejumlah kelompok maupun komunitas di Bengkulu yang dilaksanakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief memberikannya sejumlah catatan penting.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menjelaskan, sedikitnya terdapat beberapa persoalan pokok dalam bidang pertanian yang perlu menjadi catatan bagi pemerintah untuk segera dilakukan perbaikan.

“Saya melihat adanya kurang koordinasi antara program Kementerian dengan Pemerintah Daerah terkait kebutuhan petani di daerah, sehingga capaian program-program pemerintah di daerah kurang maksimal,” kata Riri Damayanti, Rabu (2/9/2020).

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, selain hal tersebut, banyak petani juga mengeluhkan adanya perbedaan margin harga yang signifikan antara petani dan pedagang.

“Petani kadang nggak punya pilihan selain lari ke tengkulak yang berpraktik sebagai ijon untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga yang mendesak. Apalagi di era pandemi ini. Ini yang membuat pendapatan petani selalu rendah,” ungkap perempuan berparas manis itu.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini juga mengingatkan pentingnya bagi pemerintah untuk mengatasi terus menurunya jumlah petani usia produktif karena akan besar mempengaruhi produktivitas pertanian.

“Karena penghasilannya nggak seberapa tadi sehingga banyak generasi muda yang nggak tertarik lagi jadi petani. Malah ada yang memilih ke kota untuk bekerja apa saja ketimbang jadi petani. Saya minta masalah ini segera ditanggulangi agar potensi krisis pangan di masa pandemi ini bisa diantisipasi,” harap Riri Damayanti.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai meminta kepada segenap pemerintah daerah di Bengkulu untuk mengakses dan mengawasi dengan baik dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp50 triliun untuk pengembangan pertanian di daerah masing-masing.

“Setiap provinsi dapat Rp1 triliun dana penyaluran KUR yang dilaksanakan oleh bank pemerintah. Ada program Rp50 juta bisa diakses oleh petani tanpa agunan yang bisa dipakai oleh petani muda untuk mengembangkan sektor pertanian. Ini juga sebagai solusi untuk tengkulak tadi,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini juga menginformasikan adanya target pemerintah pusat untuk penyediaan 500 juta bibit atau benih unggul pada tahun 2020.

“DPD telah mengeluarkan rekomendasi sumber bibit atau benih unggul seperti kakao tidak lagi hanya terpusat pada satu daerah. Jadi harus merata seluruh daerah dapat,” demikian Riri Damyanti.

[Ads]

Comment here