HUKUM KRIMINAL

Bobol Warung, Tiga Remaja Diringkus

DERING24.COM KOTA BENGKULU  – Tim opsnal Polsek Kampung Melayu meringkus tiga orang pelaku pencurian masing-masing berinisial He (30), Ek (25) dan An (19) ketiganya warga Kelurahan Bumi Ayu dan Kelurahan Kandang pada Senin dinihari.

Pelaku terlibat aksi pencurian di warung tuak milik Siska Dewi Yanto (50) warga Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu tanggal 8 September 2020 lalu.

Dari aksi pencurian tersebut pelaku berhasil membawa lari dua unit handphone, tabung gas elpiji 3 kilogram dan speaker aktif. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 4,7 juta.

Kapolsek Kampung Melayu, Iptu Surya R Purnama SH MH mengatakan, pelaku ditangkap saat asyik menikmati minuman keras (miras) disalah satu warung yang ada di Kelurahan Kampung Bali.

Dari laporan korban yang kita terima, kemudian tim opsnal melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengetahui identitas pelaku. Akhirnya pada Senin (14/12) malam pelaku berhasil ditangkap saat menikmati miras di sekitaran Kelurahan Kampung Bali.

“Dari tiga orang pelaku yang diamankan, dua orang merupakan resedivis kasus tindak kriminal,”terang Kapolsek.

Kasus ini, tambah Kapolsek, masih melakukan pendalaman karena pelaku belum selesai diperiksa. Termasuk untuk mengetahui apakah pelaku terlibat dengan kasus kriminal lain di wilayah hukum Polsek Kampung Melayu atau tidak.

Pelaku berjumlah 4 orang dari kasus pencurian tersebut, tiga tertangkap dan satu orang masih dalam pengejaran, polisi sudah mengantongi identitas pelaku.

”Masih kita dalami apakah mereka terlibat kasus lain atau tidak, yang pasti ada yang resedivis. Kita masih mengejar satu orang
temannya, melarikan diri ke luar Kota Bengkulu,” imbuh Kapolsek.

Pelaku melancarkan aksinya memanfaatkan korban yang sudah tertidur. Setelah mereka nongkrong di warung tuak milik korban, empat pelaku tidak langsung pulang karena hujan. Empat pelaku dalam keadaan mabuk sehingga berani melakukan aksi
pencurian.

“Korban ini sedang tidur,  jadi Pelaku Ek melancarkan aksinya melalui pintu belakang, karena hanya dikunci menggunakan penghalang dari kayu dan bisa dibuka dengan mudah oleh pelaku.  Empat orang ini  saling berbagi tugas, ada yang ke kamar korban mengambil dua unit handphone android, mengambil tabung gas elpiji dan mengambil speaker aktif. Dan hebanya, pelaku ini mengunci kamar korban dari luar, sehingga korban tidak bisa keluar,”terangnya. (Humas Polda)

Comment here