Bengkulu “Red Zone”, 1 Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Dering24

Dering24

DAERAHEDUKASIPemerintahPEMPROVPROVINSI BENGKULU

Bengkulu “Red Zone”, 1 Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Bengkulu "Red Zone", 1 Positif Covid-19 Meninggal Dunia 1

DERING24.COM, Bengkulu – Selasa Pagi (31/3/2020) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengumumkan kasus pertama positif Covid 19 yang ada di Provinsi Bengkulu.

Diketahui PDP Positif ini merupakan salah satu Jema’ah Tabligh Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu.

Gubernur mengatakan hasil uji laboratorium tentang kepastian salah satu warga positif terjangkit corona keluar pada tadi malam, Senin (30/3/2020).

”Setelah kita melakukan upaya yang maksimal, tadi malam hasil laboratorium membuat hati kita semua berkesimpulan, usaha ikhtiar yang sudah kita lakukan, provinsi Bengkulu 1 suspect covid-19 positif corona,” ujarnya.

Rohidin menghimbau bahwa mulai hari ini, kita menyatakan posisi Bengkulu berubah menjadi darurat penanganan covid -19 (Red Zone).

Kronologis NS (56) warga Lampung Selatan yang datang ke Bengkulu dengan naik bus Putra Raflesia pada 6 maret lalu.

“NS merupakan Jamaah Tablig Masjid Agung At Taqwa Kota Bengkulu berasal dari Lampung Selatan, sempat dirawat di RSHD dan dirujuk ke Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu,” sebutnya, dikutip TuntasOnline.com.

Selanjutnya, sambung Rohidin pada pukul 7.30 WIb, Selasa (31/3/2020) yang bersangkutan atau NS meninggal dunia. Maka dari itu kita meminta kepada Walikota Bengkulu untuk melakukan langkah-langkah.

Bengkulu "Red Zone", 1 Positif Covid-19 Meninggal Dunia 2

Pertama, meminta aparat kepolisian melakukan police lan di Masjid Agung At-Taqwa Kota Bengkulu dan jamaah sementara waktu tidak boleh masuk kemasjid.

Lalu, kita meminta dilingkungan jamaah agung at taqwa harus disterilkan, maupun petugas rshd Bengkulu, semua harus ditelusuri, sebab NS sempat dirawat disana.

“Kita mau mamastikan berapa yang pernah kontak dengan beliau, Kita akan lakukan isolasi, semua warga kota yang berinteraksi dengan almarhum, kesimpulannya,  saya ingin memutus rantai ini, jangan sampai warga lampung ini menjadi sumber covid 19 di Provinsi Bengkulu,” tegas Gubernur.

Gubernur menghimbau, semua jamaah tablig dari luar yang masih ada di Bengkulu, saya tegaskan harus meningalkan provinsi Bengkulu dan kembali kealamat masing-masing.

“Semua wilayah Sumatera sudah zona merah, sekali lagi tidak ada alasan, kembalilah kealamat masing-masing, apapun status kependudukan dan kewargaannya. Untuk masyarakat Bengkulu saya himbau tidak ada lagi warga masyarakat yang berkeliaran, berdiam diri dirumah masing-masing,” tegasnya. (Ads)

Comment here