DAERAHEKONOMINASIONAL

Akibat Perang Dagang, Resesi Global Terancam di Berbagai Negara

FB_IMG_1571668164117

Labuan Bejo, Dering24.com – Ancaman resesi global membayangi berbagai negara di belahan dunia akibat adanya perang dagang, terutama antara AS-China, kata Ketua Umum Ikatan UKM Bisnis Indonesia Ir Jarot Trisunu (Jarot), Senin (21/10/19)

Situasi ini tentu akan menekan neraca perdagangan dalam negeri, mengingat kedua negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia.

Untuk itu, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM dan koperasilah yang mampu menjadi penyangga sistem perekonomian nasional dalam menghadapi resesi, katanya.

Upaya mendorong UMKM naik kelas dapat mengurangi tingkat kemiskinan dengan cepat serta dapat mengurangi tingkat ketimpangan sekitar 4 persen.

UMKM memang harus mendapat perhatian utama karena besarnya kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai 62,5%, penyerapan tenaga kerja hingga 95%, dan kontribusinya terhadap ekspor non-migas hingga 16,45%.

Bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, dari total 59.693.791 unit usaha di Indonesia, 99,89%-nya terdiri atas usaha kecil dan mikro masing-masing 684.196 unit (1,15%) dan 58.943.768 unit (98,74 persen).

Hasil analisis Komite Ekonomi dan Industri Nasional di tahun 2017 menunjukkan bahwa, jika pemerintah fokus mendorong kenaikan omset UMKM, dengan target kenaikan omset usaha mikro sebesar 30%, usaha kecil sekitar 10% maka perekonomian nasional dapat tumbuh 7-9%.

“Jelas bahwa penguatan UMKM adalah solusi perekonomian nasional,” kata Ketua Umum Ikatan UKM Bisnis Indonesia Ir Jarot Trisunu (Jarot) , di Labuan Bajo Manggarai Barat NTT, Selasa (21/10/2019).

Sementara itu, merujuk kepada Nawa Cita, Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005 – 2025, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, ia mengusulkan agar kebijakan pembangunan UMKM di Indonesia berbasis kepada produk atau komoditas unggulan lokal di masing-masing daerah.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan ketimpangan berbasis produk unggulan lokal dapat ditempuh dengan mengembangkan akses pasar, penciptaan inovasi teknologi dan efisiensi, akses permodalan, penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM dan dukungan aspek legalitas.

“Adopsi kebijakan Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan Presiden Jokowi menjadi kunci bagi penguatan UMKM di Indonesia,” tambah Jarot.

Dan dalam pidato Presiden Joko Widodo pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10/2019), di Gedung MPR DPR Jakarta, Presiden sangat sangat berpihak kepada UKM dengan memberikan pernyataan pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 Undang-Undang . Pertama UU Cipta Lapangan Kerja dan kedua UU Pemberdayaan UKM.

Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi.

“Betul-betul jika dilaksanakan dan diaplikasikan saya yakin kita Bangsa Indonesia pasti melewati resesi Ekonomi dunia bagaimanapun bentuknya. Karena Beliau membangun Pondasi bagi UKM NKRI,” kata Ir Jarot Trisunu.

 (Mc/Ip) 

Comment here