PROVINSI BENGKULU

Agus Parikun Menilai Adanya Lobi-Lobi Dalam Proses Penerbitan IMB PLTU Teluk Sepang

Pengurus LSM KITA INSTITUTE Bengkulu, Agus Purwanto

DERING24.COM Bengkulu  – Pasca beredar kabar adanya konflik internal di dalam tubuh PLTU Batu Bara Teluk Sepang antara kepengurusan lama dengan kepengurusan baru merembet sampai ke pengurusan IMB di DPMPTSP Kota Bengkulu.

Yang mana kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saat ini, masih terkendala dengan Izin Pendahuluan Mendirikan Bangunan (IPMB) yang seharusnya menjadi persyaratan utama didalam kepengurusan (IMB).

Pengurus LSM KITA INSTITUTE Bengkulu,  Agus Purwanto menilai bahwa adanya lobi-lobi dalam proses penerbitan IMB. Pasalnya dalam kepengurusan saat ini tidak tau dimana IPMB-nya, karena persoalan internal tidak berani meminta kepada pengurus lama, malahan terus meminta kepolisisan untuk membuat Surat Keterangan Hilang.

“Saya sudah menghubungi bapak Lianto selaku pimpinan lama,  IPMB itu masih berada ditangannya, lah terus apa alasan Aparat Penegak Hukum (APH) menerbitkan surat Keterangan Kehilangan, berarti pihak PLTU mencoba mengelabuhi APH dengan mengatakan hilang. Padahal ada, namun persoalan internal yang belum selesai jadi IPMB belum bisa diserahkan.  Bahkan saya menduga Ridwan selaku Kepala Dinas Perizinan Kota Bengkulu tau persoalan ini, kami juga patut menduga ada gratifikasi disini antara PLTU dengan DPMPTSP Kota Bengkulu,”tegasnya.

Terkait hal tersebut,  pria yang akrab di panggil Agus Parikun ini mengatakan, bahwa DPMPTSP Kota Bengkulu tidak bisa menerbitkan IMB dengan mudah, tanpa mengkroscek kembali dilapangan apa yang terjadi.

“Penerbitan IMB harus sesuai prosedur dengan penyerahan IPMB sebagai syarat utama, sedangkan surat keterangan hilang tersebut berlaku apabila benar-benar hilang, sedangkan pengurus lama megatakan IPMB masih ada dan dinas harus menghentikan kepengurusan IMB sebelum surat IPMB itu ada, intruksikan PLTU selesaikan dulu masalah internal, baru urus IMB,”tegasnya lagi.

Disisi lain, Hudiono Lianto, yang saat itu masih menjabat  sebagai Direktur juga membenarkan hal tersebut,  bahwa keberadaan IPMB sebenarnya tidak hilang, dan apabila kepengurusan saat ini mau mengurus IMB dan membutuhkan IPMB harus menghubungi dirinya terlebih dahulu terkait persoalan internal.

“Pokoknya kalau  mereka mau mengurus IMB butuh IPMB, mereka harus menghubungi saya karena saya yang mengurus semua dari awal,”singkat Lianto.

(**)

Comment here