Agenda Pembangunan Lima Tahun PUPR

Dering24

Dering24

EKONOMINASIONAL

Agenda Pembangunan Lima Tahun PUPR

Agenda Pembangunan Lima Tahun PUPR 1

DERING24.COM, Jakarta Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dikelompokkan ke dalam dua agenda pembangunan.

Pertama, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan kawasan strategis seperti kawasan pertanian, perikanan, perkebunan dan pertambangan sebagai pusat produksi.

“Kita juga tetap mendorong Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) sebagai pusat pengembangan jasa pariwisata dengan Lima Destinasi Super Prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado-Likupang,” tutur Sekretaris Jenderal Sekjen Kementerian PUPR, Prof. Anita Firmanti melalui siaran pers yang diterima InfoPublik, Sabtu (15/2/2020).

Kedua, memperkuat Infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Hal itu dilakukan dengan beberapa program seperti meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terhadap perumahan dan permukiman layak dan aman yang terjangkau untuk mewujudkan kota yang inklusif dan layak huni target 2024 sebesar 70 persen.

Selain itu Kementerian PUPR harus mengantisipasi beberapa tantangan pembangunan infrastruktur ke depan seperti pertumbuhan perkotaan Asia yang sangat cepat, perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan, penerapan teknologi serta pemanfaatan informasi dan komunikasi, serta Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

“Kementerian PUPR memegang peranan strategis dalam mewujudkan Pembangunan IKN. Pembangunan IKN mengusung konsep Capital City in The Forest dengan pendekatan visi Ibu Kota sebagai Katalis Peningkatan Peradaban Manusia Indonesia,” ungkapnya.

Terkait dengan perumahan, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi A H menyampaikan arahan kebijakan dan strategi sektor perumahan bahwa dalam RPJMN 2020-2024 akan dibangun 19.900 unit rumah susun, 12.000 unit rumah khusus, 700.000 unit rumah swadaya, serta 250.000 unit bantuan sarana dan prasarana rumah umum.

(Ip)

Comment here